Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Guru Agung Fajar Irawan Dipercaya Mengamankan Upacara HUT RI ke 81 di KBRI Belanda Perkuat Jembatan Relasi Bisnis Bilateral Menuju Indonesia Emas 2045

22
×

Guru Agung Fajar Irawan Dipercaya Mengamankan Upacara HUT RI ke 81 di KBRI Belanda Perkuat Jembatan Relasi Bisnis Bilateral Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | BELANDA

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 digelar pada 4 September 2026 di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Belanda.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, terus mendorong penguatan kerja sama kedua negara yang saling menguntungkan, berkelanjutan, serta berorientasi pada kepentingan strategis bangsa menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah perwakilan negara sahabat, di antaranya Jerman, Dubai, Italia, Korea, serta berbagai unsur dan lembaga lainnya yang turut memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam momentum bersejarah itu, Yayasan Tripanglipur Initiative Indonesia (YTII) hadir memenuhi undangan KBRI Belanda. YTII dipercaya untuk turut mendukung pengamanan dan memastikan kenyamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Dengan kesiapan dan profesionalisme jajaran YTII, pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara tertib, aman, dan lancar.

Sosok yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan pengamanan tersebut adalah Guru Agung Fajar Irawan, selaku pemilik YTII. Kepercayaan yang diberikan KBRI Indonesia di Belanda kepada dirinya menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dan jejaring kerja sama antara Indonesia dengan berbagai pihak di Belanda.

Tidak hanya dalam aspek pengamanan kegiatan, kehadiran YTII juga diarahkan untuk membuka peluang kemitraan strategis di bidang jasa keamanan dan pelayanan wisata, termasuk konsep Security Guide dan Tourist Guide.

Konsep tersebut diproyeksikan dapat mendukung kebutuhan wisatawan maupun pelaku bisnis internasional yang datang ke Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai peluang ekonomi dan investasi yang dipersiapkan menuju Indonesia Emas 2045.

YTII juga menyiapkan personel yang memiliki kemampuan dalam lima bahasa asing. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam memberikan pelayanan kepada tamu mancanegara, baik wisatawan maupun mitra bisnis, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan yang aman, tertib, nyaman, dan profesional selama berada di Indonesia.

Komitmen pada Kerja Sama yang Legal dan Transparan

Agung Fajar Irawan menegaskan komitmennya untuk membangun relasi bisnis dan kerja sama bilateral yang konkret, transparan, serta berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku.

Setiap bentuk kemitraan yang dibangun diharapkan dapat dilaksanakan secara legal, jujur, profesional, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Prinsip transparansi dalam proses kerja sama dan transaksi menjadi salah satu landasan penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan mitra internasional.

Menurutnya, kepastian hukum dan transparansi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, terutama dalam membuka peluang investasi dan kerja sama lintas negara.

Langkah tersebut sejalan dengan visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana penguatan sumber daya manusia, profesionalisme, kepastian hukum, integritas, serta jejaring internasional menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

Sinergi antara KBRI Indonesia di Belanda, YTII, dan Agung Fajar Irawan dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan di masa mendatang.

Simbol Persahabatan Indonesia dan Belanda

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan Bendera Merah Putih Republik Indonesia dan Bendera Belanda.

Penyerahan kedua bendera tersebut menjadi simbol persahabatan, persaudaraan, dan harapan akan semakin kuatnya hubungan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa hubungan kedua negara diharapkan terus berkembang melalui kerja sama yang dilandasi rasa saling menghormati, kepercayaan, transparansi, dan semangat memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

Dengan semangat persahabatan dan kerja sama tersebut, hubungan Indonesia dan Belanda diharapkan semakin erat, semakin kuat, serta mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!