Scroll untuk baca artikel
BeritaLampung Selatan

Hujan Debu Anak Krakatau Bikin Lampung Selatan Berdebu, Petugas Bagikan Masker ke Warga

35
×

Hujan Debu Anak Krakatau Bikin Lampung Selatan Berdebu, Petugas Bagikan Masker ke Warga

Sebarkan artikel ini

GUNUNG ANAK KRAKATAU ERUPSI, HUJAN DEBU SELIMUTI LAMPUNG SELATAN! DAMKAR TURUN BAGIKAN MASKER DAN SIRAM JALAN KALIANDA

LAMPUNG SELATAN, DUTA BERITA NUSANTARA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali berdampak terhadap masyarakat di wilayah Lampung Selatan.

Hujan abu vulkanik membuat sejumlah wilayah, termasuk kawasan Kalianda dan pesisir Lampung Selatan, diselimuti debu. Kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi kotor dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.

Petugas membagikan masker kepada masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa, sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Selain membagikan masker, petugas gabungan juga melakukan penyiraman ruas jalan di Kota Kalianda yang dipenuhi material debu vulkanik.

Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengganggu kesehatan, terutama menyebabkan mata terasa pedih serta mengganggu saluran pernapasan. Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Petugas Damkarmat Lampung Selatan juga berkoordinasi dengan BPBD, Polsek Kalianda, Senkom serta petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

ERUPSI DAN LAVA PIJAR

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat sejak Sabtu malam, 5 September 2026. BNPB melaporkan adanya fenomena lava fountain atau air mancur lava yang terlihat pada malam hari. Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Sebaran abu vulkanik bahkan meluas ke sejumlah wilayah. BMKG melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke wilayah Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat dan kawasan lainnya.

Dampak erupsi juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung Selatan. Debu vulkanik dilaporkan mengganggu warga Kalianda, Rajabasa, Penengahan hingga Bakauheni.

PETUGAS GERAK CEPAT

Kabid Damkar Lampung Selatan, Rully Fikriasyah, mengatakan petugas bersama unsur terkait bergerak cepat setelah menerima laporan dampak hujan debu vulkanik.

RULLY FIKRIASYAH – KABID DAMKAR LAMPUNG SELATAN

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik.

Penyiraman jalan dilakukan untuk mengurangi debu yang beterbangan dan membantu menjaga kondisi jalan tetap aman bagi masyarakat yang melintas.

WARGA DIMINTA WASPADA

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga juga dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

BNPB menyebut Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan maupun pengunjung untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD serta pemerintah daerah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu, 6 September 2026, menjadi perhatian serius karena sebaran abu vulkanik tidak hanya berdampak di sekitar gunung, tetapi telah mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.