BeritaPalembang

Kecamatan IB II dan Kesultanan Palembang Darussalam Hidupkan Kembali Seni Dulmuluk

32
×

Kecamatan IB II dan Kesultanan Palembang Darussalam Hidupkan Kembali Seni Dulmuluk

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Palembang

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang bekerja sama dengan Kesultanan Palembang Darussalam menggelar pertunjukan seni tradisional Dulmuluk di Balai Pertemuan Kecamatan IB II Palembang, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV RM Fauwaz Diradja SH MKn, Camat IB II Hambali SSTP beserta jajaran, Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) Helmi Yahya, tokoh masyarakat, budayawan, serta warga yang memadati lokasi pertunjukan.

Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV RM Fauwaz Diradja menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan IB II yang telah memfasilitasi penyelenggaraan pertunjukan Dulmuluk sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, Dulmuluk merupakan warisan budaya khas Palembang yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan, moral, dan sejarah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kecamatan IB II yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami ingin Dulmuluk terus hidup karena ini adalah kesenian tradisional yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap Pemerintah Kota Palembang dapat menginisiasi penyelenggaraan pertunjukan Dulmuluk secara rutin. Kesenian ini melibatkan banyak seniman sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan dan pendanaan dari pemerintah agar tetap lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum AKKSI Helmi Yahya juga menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian seni tradisional Palembang. Ia mengungkapkan bahwa sejak masih bertugas di TVRI Palembang, dirinya telah mendorong agar berbagai kesenian daerah, termasuk Dulmuluk, terus dipertahankan.

“Saat saya di TVRI Palembang, saya menginstruksikan agar budaya-budaya Palembang seperti Dulmuluk dan kesenian tradisional lainnya terus diselamatkan. Saya juga mengajak teman-teman di AKKSI, termasuk Mang Dayat, untuk ikut berperan melestarikan budaya daerah,” katanya.

Helmi menilai keberadaan para kreator konten juga dapat menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan Dulmuluk kepada generasi muda melalui berbagai platform digital sehingga kesenian tersebut semakin dikenal masyarakat luas.

Di sisi lain, Camat IB II Hambali SSTP mengucapakan terima kasih atas berbagai dukungan sehingga terselenggaranya pertunjukan Dulmuluk di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga identitas budaya Palembang sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Ia berharap pertunjukan Dulmuluk tidak hanya digelar di Kecamatan IB II, tetapi juga dapat dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan di Kota Palembang.

“Harapan kami, pertunjukan Dulmuluk dapat menjadi agenda di setiap kecamatan di Kota Palembang. Ini juga bisa menjadi awal terbentuknya kelompok-kelompok budaya di setiap wilayah sehingga pelestarian seni tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Kesultanan Palembang Darussalam, komunitas budaya, dan masyarakat, seni Dulmuluk diharapkan terus berkembang sebagai salah satu ikon budaya Kota Palembang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Penulis: Ali goikEditor: Redaksi Dbn