Palembang | Duta Berita Nusantara
Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Kelas Lanjutan SiBER PASSA (Siap Berdaya, Pasti Bisa) yang digelar Jumat (24/07) melalui kelas WA Grup.
Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan belajar para peserta setelah berhasil menyelesaikan program #33DayIntegrityChallenge, sekaligus menandai dimulainya fase penguatan kompetensi menuju lahirnya Penyuluh Antikorupsi yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.
Mengawali sesi pembelajaran, Master Sandri, selaku Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK, menyampaikan bahwa perjalanan peserta kini memasuki babak baru.
“Kita lanjutkan ya…. Jadi, hari ini kita memasuki babak baru. Jika tantangan 33 hari membantu kita membangun kebiasaan, maka SiBER PASSA dirancang untuk membantu kita membangun kompetensi. Selamat datang di Kelas Lanjutan SiBER PASSA (Siap Berdaya, Pasti Bisa).” Ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah peserta berhasil membentuk kebiasaan baik melalui tantangan selama 33 hari.
Justru dari titik inilah proses pembelajaran berkembang ke tahap yang lebih tinggi, yaitu membangun kompetensi yang dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Master Sandri menjelaskan bahwa #33DayIntegrityChallenge merupakan fondasi awal untuk membangun karakter dan kebiasaan positif melalui latihan yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Sementara itu, SiBER PASSA dirancang sebagai kelas lanjutan yang berfokus pada penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sehingga peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan keluarga, organisasi, tempat kerja, maupun masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan filosofi PELAN, sebuah kerangka belajar yang menjadi panduan selama mengikuti proses pembelajaran SiBER PASSA.
P – Pelajari
Tahap pertama adalah Pelajari. Peserta diajak memahami konsep secara menyeluruh sebelum terburu-buru mengejar evidence atau bukti kompetensi. Pemahaman yang baik akan membentuk cara berpikir yang benar sehingga setiap tindakan memiliki landasan yang kuat.
E – Evaluasi
Setelah memahami materi, peserta diajak melakukan Evaluasi melalui self assessment. Mereka didorong untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar sudah memahaminya?” Selain evaluasi mandiri, proses belajar juga diperkuat melalui masukan dari sesama peserta (peer review) dan pendampingan mentor.
L – Lakukan
Master Sandri menegaskan bahwa ilmu tidak akan menjadi kompetensi apabila hanya disimpan sebagai pengetahuan. Karena itu, setiap materi yang dipelajari harus dipraktikkan dalam pekerjaan, organisasi, keluarga, maupun komunitas sehingga memberikan pengalaman nyata bagi peserta.
A – Asah
Belajar merupakan proses yang terus berlangsung. Kompetensi perlu diasah melalui praktik yang berulang, umpan balik, mentoring, coaching, dan refleksi. Dengan proses tersebut, peserta didorong untuk terus memperbaiki diri secara bertahap dan berkelanjutan.
N – Nularin
Tahap terakhir adalah Nularin, yaitu membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain.
Menurut Master Sandri, puncak pembelajaran bukan ketika seseorang mengetahui banyak hal, melainkan ketika ilmu yang dimiliki mampu membantu orang lain bertumbuh dan menciptakan perubahan positif.
“Puncak pembelajaran bukan ketika kita tahu. Puncaknya adalah ketika orang lain ikut bertumbuh karena apa yang kita bagikan. Itulah saat pengetahuan berubah menjadi dampak.” ujarnya.
Dalam sesi pembelajaran juga ditekankan bahwa sertifikasi kompetensi bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kompetensi yang diperoleh harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui edukasi, pendampingan, penyuluhan, serta penguatan budaya antikorupsi di berbagai lingkungan.
Melalui Kelas Lanjutan SiBER PASSA, para peserta diharapkan tidak hanya siap menghadapi proses sertifikasi kompetensi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan budaya integritas di tengah masyarakat.
Dengan semangat PELAN, setiap peserta diajak untuk terus belajar, berani mengevaluasi diri, mempraktikkan ilmu, mengasah kemampuan secara berkelanjutan, dan berbagi pengetahuan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Sebab pada akhirnya, sebagaimana ditekankan dalam kelas sore tersebut, belajar bukan sekadar perjalanan menuju sertifikat, melainkan perjalanan untuk menciptakan perubahan yang nyata bagi bangsa dan masyarakat.
Kategori: Pendidikan | Penguatan Integritas | SiBER PASSA | LSP KPK | Penyuluh Antikorupsi













