BeritaTangerang Selatan

Keseruan Membuat Jurnal Kulit Handmade di Oma Bebikinan, Kreativitas yang Mengabadikan Cerita

43
×

Keseruan Membuat Jurnal Kulit Handmade di Oma Bebikinan, Kreativitas yang Mengabadikan Cerita

Sebarkan artikel ini

TANGERANG SELATAN | Duta Berita Nusantara

Suasana hangat, penuh kreativitas, dan aroma khas kulit berpadu dengan seduhan kopi Ethiopia mewarnai kegiatan pembuatan jurnal kulit handmade yang digelar di Kelas Lukis Kreatif @Omabebikinan Workshop, Graha Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu (07/06).

Dalam kegiatan tersebut, tiga peserta yakni Julia, Dita, dan Jeki berkumpul untuk mempelajari secara langsung proses pembuatan jurnal kulit atau yang populer dikenal sebagai Leather Journal.

Tidak sekadar membuat buku catatan biasa, peserta diajak memahami seni kriya kulit yang menghasilkan karya personal, unik, dan memiliki nilai guna jangka panjang.

Founder sekaligus pemateri Kelas Lukis Graha Tangsel, Oma Jeki, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memperkenalkan teknik dasar leather crafting kepada masyarakat yang ingin mengeksplorasi kreativitas melalui kerajinan tangan berbahan kulit asli.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat jurnal, tetapi juga tentang menikmati proses kreatif, melatih kesabaran, ketelitian, dan menciptakan media yang akan menyimpan banyak cerita kehidupan penggunanya,” ujar Oma Jeki.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi praktik, mulai dari mengenal karakteristik kulit sapi yang cocok digunakan sebagai cover jurnal, membuat pola, memotong material kulit, hingga menjahit seluruh bagian jurnal secara manual menggunakan teknik jahit tangan.

Materi yang dipelajari meliputi:

• Mengenal jenis dan karakter material kulit untuk jurnal.

• Membuat pola dan teknik pemotongan kulit.

• Teknik menjahit cover jurnal secara manual.

• Pembuatan buku selipan dengan jahit tangan.

• Merangkai jurnal model Traveler’s NYA Notebook untuk kebutuhan journaling sehari-hari.

Menariknya, setiap peserta berhasil menghasilkan karya dengan karakter berbeda.

Julia bahkan mampu menyelesaikan dua jurnal kulit ukuran A6 dalam satu sesi workshop.

Sementara Dita diketahui telah mengembangkan keterampilannya menjadi usaha rumahan dengan menjual jurnal kulit buatannya melalui marketplace.

Menurut Oma Jeki, journaling saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup kreatif. Banyak orang menggunakan jurnal untuk mencatat perjalanan hidup, menyimpan kenangan, hingga mendokumentasikan pengalaman berwisata.

“Jurnal kulit memiliki kelebihan karena cover-nya dapat digunakan bertahun-tahun bahkan seumur hidup.

Pengguna hanya perlu mengganti isi bukunya ketika halaman sudah penuh. Karena itu jurnal kulit menjadi investasi kreatif yang sangat personal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak pecinta journaling dan travel diary kini juga aktif membagikan proses menghias jurnal mereka melalui media sosial.

Konten-konten tersebut bahkan mampu menarik perhatian ribuan hingga jutaan penonton karena menghadirkan suasana yang estetis, tenang, dan inspiratif.

Tips Memilih Kulit untuk Cover Jurnal

Dalam kesempatan tersebut, Oma Jeki juga membagikan beberapa tips bagi pemula yang ingin membuat jurnal kulit secara mandiri.

Jenis kulit yang direkomendasikan adalah Pull-Up Leather dengan ketebalan antara 1,4 hingga 1,6 milimeter. Material ini memiliki permukaan yang licin, sedikit mengilap, kokoh, serta mampu menampilkan karakter unik seiring pemakaian.

Adapun beberapa peralatan dasar yang diperlukan antara lain:

• Plong ukuran 4 mm untuk membuat lubang tali jurnal.

• Alas ketok mata ikan ukuran 4 mm.

• Palu nylon.

• Papan kayu alas kerja.

• Cutter sudut 30 derajat untuk memotong kulit.

• Alas potong khusus.

• Lembaran kulit ukuran A3 untuk jurnal A5 atau ukuran A4 untuk jurnal A6.

Ruang Kreatif yang Terus Berkembang

Sejak berdiri pada tahun 2023, Kelas Lukis Graha Tangsel secara konsisten menghadirkan berbagai kelas kreatif berbasis keterampilan tangan, mulai dari melukis, kerajinan kulit, hingga beragam kegiatan seni lainnya.

Workshop jurnal kulit ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan kreatif tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga, memperluas jejaring pertemanan, sekaligus menjadi sarana relaksasi di tengah kesibukan sehari-hari.

Melalui kegiatan semacam ini, peserta diajak untuk kembali menikmati proses, menghargai karya buatan tangan, serta menciptakan ruang terbaik untuk menyimpan kisah-kisah perjalanan hidup mereka.

“Karena journaling bukan hanya tentang menulis cerita, tetapi juga menciptakan tempat terbaik untuk menyimpannya.”

Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak masyarakat untuk terus berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri melalui seni dan kerajinan tangan.