Palembang | Duta Berita Nusantara
Dalam Islam, Rezeki dari Allah SWT sangatlah luas dan tidak sebatas uang atau materi saja.
Rezeki tersebut mencakup segala hal, yang mendatangkan manfaat, baik berupa kebutuhan fisik maupun rohani
Seorang ulama seperti Syekh Asy-Sya’rawi membagi rezeki menjadi empat tingkatan, yakni Rezeki yang paling rendah adalah harta benda, Rezeki yang utama adalah kesehatan, Rezeki paling utama adalah anak shaleh dan Saleha serta rezeki paling sempurna adalah Ridha Allah SWT.
Pemaparan diatas disampaikan oleh Ustad Deden Mulasaputra M.Ud, dalam khotbah Jumat di Masjid Al Multazam Jl HM Azhari RT 46 RW 07 Kelurahan Kalidoni Kota Palembang, pada hari Jumat 3 Juli 2026.
Dikatakan oleh Deden, didalam Alquran telah dijelaskan, bahwa pintu pintu rezeki dari Allah SWT, dapat terbuka melalui berbagai Amalan
” Didalam Alquran seperti di Surat Hud ayat 6 telah dijelaskan, bahwa Rezeki para Mahluk telah dijamin oleh Allah ” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, amalan berikutnya sebagai pembuka pintu Rezeki Allah adalah pandai bersyukur
” Karena bagi yang bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah, makasih akan ditambah lagi nikmatnya (QS Ibrahim :7).
Diperjelasnya, bahwa Allah SWT telah mengingatkan manusia, agar mereka menyadari bahwa apa yang diberikan oleh Allah sebagai Rezeki sangatlah berlimpah.
” Allah telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam berbagai situasi dan kondisi, sebagaimana Firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7 ” tegasnya.
Oleh karena itu, Deden mengajak seluruh Jamaah Masjid Al Multazam, untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya, dan selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT.
Sementara itu, dari Pantauan Awak Media Duta Berita Nusantara, setiap hari Jumat usai sholat subuh berjemaah, di Masjid Al Multazam ini selalu dilaksanakan sarapan pagi bersama gratis, atau disebut dengan Jumat berkah, yang ditujukan kepada para jamaah yang melaksanakan sholat subuh berjemaah, dan menurut informasi, dana yang digunakan untuk sarapan pagi tersebut berasal dari seorang Hamba Allah, yang enggan disebutkan namanya, mungkin hal ini patut dicontoh oleh kita semua yang mendapatkan rezeki lebih dari Allah SWT.












