Lampung | Duta Berita Nusantara
Ditengah ramainya kota Bandar Lampung, tersimpan sebuah saksi bisu perjalanan sejarah, yakni Masjid Jami’ Al-Abror yang berdiri sejak tahun 1914.
Masjid ini bukan hanya sekedar tempat ibadah, melainkan Masjid ini juga pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang laskar Hizbullah untuk menyusun strategi melawan Penjajah.
Masjid Jami’ Al-Abror ini, berlokasi di Jalan Terusan Pemuda No 12 Kelurahan Kampung Sawah lama Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung, berdiri diatas tanah wakaf seorang ulama keturunan Arab yakni Habib Husin Bin Ahmad Asgaf.
Arsitektur Masjid ini menggabungkan gaya Timur Tengah dan Eropa, dan kini telah direnovasi menjadi bangunan yang tahan gempa.
Masjid ini juga menyimpan peninggalan sejarah serta barang antik seperti Jam besar, beduk dan Mimbar lama.
Dari pantauan awak media Duta Berita Nusantara, Masjid Jami’ Al-Abror ini, juga merupakan salah satu diantara Masjid tertua di Kota Bandar Lampung, dengan Jamaah yang cukup ramai.
Masjid ini juga menjadi tempat persinggahan bagi para musafir yang kelelahan yang dalam perjalanan, bahkan di Masjid ini para musafir juga diberikan bantuan tempat beristirahat jika diperlukan.
Menurut keterangan beberapa musafir yang beristirahat di Masjid Jami’ Al -Abror kepada awak Media ini, mereka merasa nyaman beristirahat di Masjid tersebut.
” Saya sudah 2 malam beristirahat di Masjid ini karena menunggu jadwal kereta ke Prabumulih, Alhamdulillah Pengurusnya baik, terutama Ketua Masjidnya pak Ismail sangat welcome, yang penting kita dapat ikut menjaga kebersihan dan keamanan Masjid ” ujar Andre warga Jakarta
Hal senada juga di sampaikan oleh Indra warga Kotabumi yang baru pulang dari Bandung, dirinya mengaku bersyukur dapat menginap di Masjid tersebut.
” Masjid Al-Abror ini bersih, enak beristirahat disini, sekaligus kita bisa beribadah ” katanya.
Lain pula halnya dengan Hatta warga Bandar Lampung, dirinya mengaku sering melakukan itikab di Masjid Al-Abror ini.
” Saya seringkali melakukan itikaf di Masjid ini, adem ,khusyuk dan tenang dalam menjalankan ibadah mendekatkan diri kepada Allah ” ucapnya.(Yuliardi)













