BeritaHongkongInternasional

Muslimat NU Hongkong dan Macau Rayakan Harlah ke-80, Jadi Ruang Konsolidasi Diaspora Nahdliyin Perempuan

4
×

Muslimat NU Hongkong dan Macau Rayakan Harlah ke-80, Jadi Ruang Konsolidasi Diaspora Nahdliyin Perempuan

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Hongkong , 20 Mei 2026

Perayaan Harlah ke-80 Muslimat NU yang digelar Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Hongkong dan Macau menjadi ruang konsolidasi bagi diaspora Nahdliyin perempuan dalam memperkuat dakwah, solidaritas, dan kemandirian di tengah perkembangan era digital.

Kegiatan yang berlangsung pada 12 Mei 2026 tersebut menghadirkan berbagai tokoh Muslimat NU dan diisi dengan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Hj Nur Cita Qomariyah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh Muslimat NU Jawa Timur, Hj Ucok Nurul Hidayati selaku Pengasuh Pesantren Islahiyyah Pasuruan. Di hadapan jamaah Muslimat NU Hongkong dan Macau, Nur Cita menekankan pentingnya peran perempuan Muslimat NU dalam menguasai teknologi digital tanpa meninggalkan norma-norma keislaman serta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

“Perempuan itu harus kuat dan selalu bersyukur, tanpa meremehkan masa depan. Jadilah Muslimat yang selalu berduit, berdoa, berusaha, ikhlas, serta tawakal,” ujar dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Suasana Harlah ke-80 Muslimat NU di PCI Hongkong dan Macau berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kekompakan para jamaah, khususnya para ibu-ibu tangguh yang saling mendukung dalam menyukseskan kegiatan, menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan berlangsung sangat luar biasa. Terlihat kerja sama dan kekompakan jamaah Muslimat NU Hongkong dan Macau dalam menyukseskan acara ini,” ujar Fatimah dalam keterangan tertulisnya.

Acara juga menghadirkan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan PCI Muslimat NU di berbagai negara memiliki peran penting dalam memperluas dakwah Islam moderat Indonesia di tingkat global.

Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, serta Meneduhkan Peradaban”, peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU disebut sebagai bukti kematangan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Menurut Arifatul, di usia ke-80 tahun, Muslimat NU harus terus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, tanpa kehilangan jati diri organisasi dan nilai-nilai keislaman.

Pada momentum tersebut, Muslimat NU juga menyampaikan seruan perdamaian dunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar segera menghentikan perang dan mendorong terciptanya perdamaian global. Pernyataan itu dibacakan oleh perwakilan Muslimat NU di hadapan jamaah yang hadir.

Selain rangkaian tabligh akbar dan konsolidasi organisasi, kegiatan Harlah turut diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Tari Cendrawasih, Tari Macan, dan Jaranan yang menambah semarak suasana acara.