JAKARTA | Duta Berita Nusantara
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi komunitas D’Angklungers untuk terus menjaga semangat berkesenian sekaligus melestarikan musik tradisional Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 19 Agustus 2026 di Aula TVRI lantai 12, Jalan Gerbang Pemuda No. 8, Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, D’Angklungers turut memeriahkan suasana kemerdekaan melalui aktivitas seni angklung yang menjadi wadah bagi para anggota untuk terus berkarya.
D’Angklungers dipimpin oleh Itje Agung Pradata dengan jumlah anggota sekitar 34 orang. Komunitas ini memiliki anggota dengan latar belakang yang beragam, namun sebagian besar merupakan pensiunan TVRI dan sejumlah simpatisan yang memiliki ketertarikan terhadap seni musik angklung.
Komunitas tersebut berawal pada 2018. Gagasan membentuk kelompok angklung muncul dari sejumlah pegawai TVRI angkatan 1975 yang memasuki masa pensiun. Setelah menyelesaikan masa tugasnya, mereka tetap ingin memiliki kegiatan positif dan produktif sehingga membentuk D’Angklungers dengan Itje Agung Pradata sebagai ketua.
Angklung dipilih karena musiknya dinilai mampu menghadirkan suasana ceria dan menyenangkan. Bermain angklung juga menjadi aktivitas yang dapat melatih konsentrasi serta membuat para anggota tetap aktif dan produktif.
Dalam perjalanannya, D’Angklungers terus mengalami perkembangan. Jumlah anggota bertambah dan komunitas tersebut semakin sering mendapat kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan. Mereka antara lain pernah tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM), mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan rekor MURI, tampil dalam orkestra bersama Percik dan musik Institut Kesenian Jakarta (IKJ), hingga tampil di Saung Angklung Udjo.
Bagi D’Angklungers, kegiatan berkesenian tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar popularitas. Aktivitas tersebut menjadi bentuk dedikasi para anggota, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut, untuk tetap berkarya dan menjaga semangat dalam melestarikan budaya bangsa.
Selain menjaga eksistensi angklung, D’Angklungers juga memiliki perhatian terhadap keberlanjutan dan regenerasi seni musik tradisional. Mereka berharap generasi muda turut mengenal, mencintai, dan melanjutkan keberadaan angklung sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Komunitas ini juga memiliki harapan agar D’Angklungers dapat terus berkembang dan semakin diterima masyarakat luas. Mereka ingin angklung tidak hanya dikenal di berbagai panggung seni, tetapi juga semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Indonesia.
Bagi D’Angklungers, mencintai angklung merupakan salah satu bentuk kebanggaan terhadap Indonesia. Seni musik dinilai memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat karena mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan D’Angklungers. Meskipun sebagian besar anggotanya merupakan pensiunan, mereka tetap menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk berkarya, menjaga budaya, dan berkontribusi dalam kehidupan seni.
Melalui momentum HUT RI ke-81 di TVRI Senayan, D’Angklungers kembali menegaskan komitmennya untuk merawat seni angklung, membangun regenerasi, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap musik tradisional Indonesia.
Dengan semangat berkesenian yang terus dijaga, D’Angklungers berharap angklung semakin dicintai masyarakat dan mampu menjadi salah satu simbol kebanggaan budaya Indonesia di negeri sendiri.













