Scroll untuk baca artikel
Tangerang

Proyek Jalan Mangkrak di Kampung Pekong Balaraja, Debu Putih Mengganggu: Warga Minta Camat Hingga Bupati Turun Tangan

8
×

Proyek Jalan Mangkrak di Kampung Pekong Balaraja, Debu Putih Mengganggu: Warga Minta Camat Hingga Bupati Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Tangerang |  Dutaberitanusantara.com

Warga Kampung Pekong, RT 005/RW 002, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menyampaikan keluhan mendesak terkait debu berlebih yang bersumber dari proyek pembangunan jalan yang terbengkalai. Kondisi ini semakin memburuk seiring berlangsungnya musim kemarau panjang. Keluhan disampaikan pada Sabtu (12/09/2026).

Berdasarkan pantauan awak media bersama Guntur Saputro dari LSM AJISAKA saat melakukan kontrol sosial di lokasi, pekerjaan baru sampai tahap pengecoran dasar, rencananya akan dilapisi paving blok. Namun setelah tahap itu selesai, tidak ada kelanjutan. Permukaan jalan yang tidak tertutup menimbulkan debu berwarna putih kelabu yang beterbangan tertiup angin, masuk ke rumah-rumah warga, mengotori lingkungan, dan dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan, terutama batuk serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Guntur Saputro berharap Pemerintah Daerah, Camat Balaraja Willy Patria, SE, M.Si., hingga Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid segera turun tangan, memberikan teguran serta arahan agar pelaksana proyek menyelesaikan pekerjaan dan menindaklanjuti dampak yang dirasakan warga.

Sementara itu, Jajang, warga setempat, menuturkan: “Debu ini sangat mengganggu, apalagi ketika ada kendaraan melintas. Warga ada yang sudah batuk dan pilek. Kami khawatir ini bisa menularkan penyakit kepada anak-anak.”

Warga sendiri pernah menyiram jalan hanya satu kali, namun tidak efektif karena cepat kering dan debu kembali muncul. Keluhan yang disampaikan dinilai belum mendapat perhatian serius.

Warga mendesak pelaksana proyek dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti: melanjutkan dan menyelesaikan pemasangan paving blok, sekaligus mengelola dampak debu agar kesehatan dan kenyamanan warga tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa terkait alasan penghentian pekerjaan dan jadwal kelanjutan.

(Irsyad/@dbn)