Scroll untuk baca artikel
Berita

Ratha Yatra Sri Jagannatha Festival 2026 Semarakkan Jakarta, Harmoni Budaya Veda dan Betawi Tebarkan Kebahagiaan Spiritual

5
×

Ratha Yatra Sri Jagannatha Festival 2026 Semarakkan Jakarta, Harmoni Budaya Veda dan Betawi Tebarkan Kebahagiaan Spiritual

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | JAKARTA

Ribuan umat, masyarakat, serta wisatawan memadati kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dalam perayaan Sri Jagannatha Ratha Yatra Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Komite ISKCON Jakarta bersama Komunitas Hindu India di Jakarta, komunitas spiritual, serta pasraman Hindu Vaisnava dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Kolaborasi Budaya Veda dan Betawi Harmoni dalam Semarak Festival Ratha Yatra 2026”, festival budaya dan spiritual ini menjadi momentum bersejarah yang memperlihatkan keharmonisan budaya Veda dengan budaya Betawi. Kawasan Pasar Baru yang dikenal memiliki gerbang bergaya arsitektur India menjadi saksi kemeriahan arak-arakan suci yang berlangsung penuh sukacita dan semangat kebersamaan.

Prosesi dimulai dari Sri Nilacala Dhama, Jalan Kelinci Raya, Pasar Baru, menuju Graha Sindhu, Jalan H. Samanhudi, Jakarta Pusat. Ribuan peserta memenuhi sepanjang rute sambil melantunkan Maha Mantra Hare Krishna, menari bersama, diiringi musik bhajan, serta membagikan prasadam (hidangan suci) kepada masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari Betawi dan sepasang ondel-ondel yang menjadi simbol kolaborasi budaya lokal dengan tradisi Veda.

Festival ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran ISKCON Indonesia, termasuk Ketua ISKCON Indonesia, Bala Krishna Dasa Prabhu, para pengurus, komunitas Hindu India di Jakarta, umat Hindu Vaisnava dari berbagai daerah di Indonesia, serta ribuan masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Koordinator Jakarta Ratha Yatra 2026, Mataji Sukamala Devi Dasi, memimpin koordinasi penyelenggaraan festival bersama Komite ISKCON Jakarta. Beliau menghimpun Komunitas Hindu India yang telah lama bermukim di kawasan Pasar Baru, Jakarta, membentuk kepanitiaan, serta mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan sehingga Festival Sri Jagannatha Ratha Yatra 2026 dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Sementara itu, Maataji Parvati Devi Dasi, yang di Indonesia dikenal sebagai Bunda Parvati dengan nama lahir Ni Ketut Purniti, S.Ag., M.Pd.H., hadir sebagai peserta undangan sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sri Jagannatha Ratha Yatra 2026 di Jakarta. Festival ini membawa pesan cinta kasih, persaudaraan, kedamaian, dan kebahagiaan spiritual bagi seluruh masyarakat. Semoga pada tahun-tahun mendatang perayaan ini semakin semarak, semakin baik, serta semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kebahagiaan spiritual melalui Harinama Sankirtana dan pelayanan prasadam,” ujar Maataji Parvati Devi Dasi.

Ratha Yatra merupakan salah satu festival spiritual tertua di dunia yang diperingati setiap tahun secara serentak pada bulan Juli sesuai kalender Veda. Selain di Indonesia, festival ini juga diselenggarakan di India, Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Meksiko, Australia, Jepang, Thailand, Filipina, Lithuania, berbagai negara di Eropa, dan puluhan negara lainnya.

Pusat perayaan dunia berada di Sri Jagannath Puri, Negara Bagian Odisha, India, yang menjadi salah satu pusat ziarah terbesar umat Hindu di dunia. Setiap tahun sekitar 20 juta peziarah dari berbagai negara memadati Kota Puri untuk mengikuti prosesi suci Ratha Yatra dan memperoleh darshan Sri Jagannatha. Besarnya jumlah peziarah menjadikan festival ini sebagai salah satu festival keagamaan terbesar di dunia dan menjadi destinasi wisata spiritual internasional.

Dalam tradisi Vaisnava, Ratha Yatra merupakan prosesi mengarak kereta suci yang membawa Sri Jagannatha, Sri Baladeva, dan Devi Subhadra. Kereta dihiasi kain sutra berwarna-warni, bunga-bunga indah, serta ukiran artistik yang melambangkan kemuliaan dan keagungan Tuhan.

Menurut kisah suci, Raja Indradyumna memperoleh petunjuk ilahi untuk membangun tempat pemujaan Sri Jagannatha. Arca suci dipahat oleh Visvakarma, arsitek para dewa, dengan syarat tidak seorang pun membuka pintu ruang pemahatan selama 21 hari. Namun sebelum waktunya selesai, pintu dibuka sehingga proses pemahatan tidak diselesaikan. Melalui sabda ilahi, Raja kemudian diperintahkan tetap melakukan pensthanaan dan pemujaan terhadap arca tersebut. Sejak saat itu, Sri Jagannatha, Sri Baladeva, dan Devi Subhadra dipuja dalam wujud-Nya yang dikenal hingga kini.

Dalam ajaran Vaisnava, wujud Sri Jagannatha bukanlah bentuk yang tidak sempurna, melainkan manifestasi sempurna Tuhan Yang Maha Esa yang penuh kasih kepada seluruh makhluk. Melalui darshan Sri Jagannatha, umat meyakini memperoleh berkah, kedamaian, dan kasih sayang Tuhan yang mempererat hubungan antara Tuhan dengan para penyembah-Nya.

Perayaan Ratha Yatra di berbagai belahan dunia diperkenalkan oleh His Divine Grace A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, Pendiri-Acharya ISKCON. Berkat misi beliau, festival yang dahulu berpusat di Jagannath Puri kini dirayakan setiap tahun di ratusan kota di berbagai negara sebagai simbol persaudaraan, cinta kasih, pengabdian kepada Tuhan, serta keharmonisan antarbangsa dan budaya.

Keberhasilan penyelenggaraan Ratha Yatra Jakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi Komite ISKCON Jakarta yang dikoordinasikan oleh Mataji Sukamala Devi Dasi, bersama Komunitas Hindu India di Pasar Baru, Gandhi Seva Loka Jakarta, komunitas spiritual, pasraman Hindu Vaisnava di Nusantara, seluruh jajaran ISKCON Indonesia, serta dukungan berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan festival budaya dan spiritual bertaraf internasional di ibu kota.

Festival ditutup dengan doa bersama dan lantunan pujian suci:

“Jagannatha Svami Nayana Patha Gami Bhavatu.”

Semoga Sri Jagannatha senantiasa berkenan memberikan darshan, limpahan cinta kasih, kedamaian, dan kebahagiaan kepada seluruh umat manusia.

Jaya Jagannatha. Hare Krishna.