Duta Berita Nusantara | LANGKAT
Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Miswandi di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, kini memasuki tahap akhir. Di bawah program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat, rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan itu tampak hampir rampung.
Dinding telah berdiri kokoh dan dicat, bagian dalam mulai dirapikan, sementara prajurit TNI bersama warga masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan detail. Aktivitas gotong royong menjadi pendorong utama percepatan pembangunan di lokasi.
Program rehabilitasi RTLH ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD yang menyasar peningkatan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah. Di Desa Pasar Rawa, pengerjaan tidak hanya terfokus pada satu rumah, tetapi juga berlangsung di beberapa titik lain secara paralel.
Namun di tengah percepatan pekerjaan menjelang batas waktu pelaksanaan program, muncul perhatian soal keseimbangan antara kecepatan dan kualitas hasil bangunan.
Sejumlah pihak menilai, proyek RTLH dalam skema program jangka pendek seperti TMMD perlu memastikan standar konstruksi tetap terjaga, agar rumah yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga benar-benar layak dan tahan dalam jangka panjang.
Di lapangan, ritme kerja terlihat intens dengan pembagian tugas antara personel TNI dan masyarakat. Salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi menyebut pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Dengan kerja sama antara TNI dan warga, kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai standar teknis pembangunan, pengawasan kualitas, maupun alokasi anggaran untuk setiap unit RTLH. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Program TMMD selama ini dikenal tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pendekatan sosial melalui keterlibatan langsung masyarakat. Di Pasar Rawa, kedua aspek tersebut berjalan beriringan.
Pertanyaannya, ketika program berakhir nanti, sejauh mana hasil pembangunan seperti RTLH ini mampu bertahan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penerima?
Bagi Miswandi, rumah yang kini hampir selesai tentu menjadi harapan baru. Namun bagi publik, transparansi dan kualitas pembangunan tetap menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari keberhasilan program. (red)














