Scroll untuk baca artikel
TNI AD

Satgas Karhutla Kodim 0418/Palembang Berjibaku Padamkan Api di Perbatasan Banyuasin-Talang Jambe

3
×

Satgas Karhutla Kodim 0418/Palembang Berjibaku Padamkan Api di Perbatasan Banyuasin-Talang Jambe

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG | Duta Berita Nusantara

Satgas Karhutla Kodim 0418/Palembang bersama unsur pemadam kebakaran dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Banyuasin yang berbatasan dengan wilayah Talang Jambe, Minggu (4/10/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan hutan dan semak belukar dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±3 hektare. Lahan tersebut diketahui milik almarhum H. Halim.

Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali terlihat disertai kepulan asap yang membakar kawasan semak belukar. Kobaran api kemudian dengan cepat meluas akibat hembusan angin yang cukup kencang.

Sekitar pukul 12.30 WIB, sejumlah unsur pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Unsur yang terlibat terdiri dari satu unit kendaraan R4 BPBD Provinsi, dua unit Damkar Alang-Alang Lebar Kota Palembang, satu unit Damkar Lanud, satu unit Damkar Kemuning, serta satu unit Damkar Kodim 0430/Banyuasin.

Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan warga setempat. Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke kawasan sekitar.

Setelah lebih dari empat jam dilakukan pemadaman, sekitar pukul 16.25 WIB, api berhasil dipadamkan.

Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos. menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh unsur, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan semak belukar yang mudah terbakar dan dipengaruhi kondisi angin.

“Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti. Personel di lapangan harus bergerak cepat dan bersinergi dengan unsur pemadam serta masyarakat agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Erik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Pencegahan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” katanya.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare.

Penulis: BagusEditor: Redaksi Dbn