Kucing yang Minum Susu, Tikus yang Dituduh #Seri 2
Oleh : Ki Bagus Arfan
Di sebuah rumah tua, setiap kali ikan di dapur hilang, penghuni rumah selalu berteriak,
“Pasti ulah tikus!”
Perangkap dipasang.
Racun ditebar.
Semua lubang tikus ditutup.
Namun aneh…
Ikan tetap saja hilang.
Tak seorang pun pernah curiga kepada seekor kucing yang setiap hari tidur di sofa empuk.
Ia dielus.
Diberi susu hangat.
Dipercaya menjaga rumah.
Bahkan ketika mulutnya masih berbau ikan, tak ada yang bertanya.
Karena semua mata sudah sibuk memandang ke arah tikus.
Sementara tikus-tikus kecil hanya saling menatap.
“Kenapa setiap kehilangan selalu nama kami yang disebut?”
Tak ada yang menjawab.
Sampai suatu malam..
Seekor burung hantu tua yang menyaksikan semuanya dari atas loteng berbisik,
“Jangan hanya melihat siapa yang paling mudah disalahkan. Lihatlah siapa yang paling diuntungkan.”
Sejak malam itu, isi rumah berubah.
Mereka mulai mencari kebenaran, bukan sekadar kambing hitam.
Dan ternyata…
yang selama ini paling kenyang bukanlah tikus.
“Ketika semua sibuk mengejar tikus, jangan lupa melihat siapa yang setiap hari menikmati ikan.”













