MAGELANG | Duta Berita Nusantara
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya memberi pembekalan kepada sekitar 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah,beberapa hari yang lalu tepatnya,Senin (13/07).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memenuhi undangan Akademi Militer untuk memberikan pembekalan kepada lebih dari 1.600 taruna tingkat I, II, dan III di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah,” tulis akun Sekretariat Kabinet dalam Instagram-nya.
Abituren Akmil 2011 dari Kopassus ini hadir bersama delapan rekan yang turut berbagi pengalaman dan wawasan kepada para taruna. Adapun pembekalan kepada taruna Akmil itu dilakukan selama kurang lebih tiga jam.
Pria spesialis ahli Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus ini menyampaikan materi soal nilai kepemimpinan kepada para taruna di Akmil. “Seskab Teddy menyampaikan pentingnya membangun kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, serta menguatkan komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Teddy turut mengajak para taruna untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. “Pembekalan ini menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperkuat tekad para taruna untuk tumbuh menjadi generasi pemimpin yang berkarakter, adaptif, dan mampu bekerja sama lintas bidang demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju,” imbuh Sekretariat Kabinet.
“Dulu pernah di sini, 15 tahun lalu, 2011. Saya ada di sini seperti kamu dan 15 tahun kemudian, saya berdiri di sini mendapat kehormatan untuk bicara di depan adik-adik semua. Nah, suatu saat adik-adik menggantikan kami di posisi kami yang sekarang,” ucap motivasi Teddy .
Lebih lanjut,Letkol Teddy memberi motivasi agar di masa depan, para taruna bisa memiliki pencapaian yang lebih tinggi dari dirinya saat ini. Teddy kemudian melanjutkan dengan mengutip kutipan dari Presiden Prabowo Subianto, yakni “Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat.”
“Jadilah perwira yang enggak gitu-gitu aja. Kalau kamu di sini masih biasa-biasa aja, belum tentu nanti tetap biasa-biasa aja. Kalau punya keyakinan, Insya Allah pasti bisa,” tambahnya.
Penguasaan keahlian lain di luar militer, kata Teddy, juga harus diperhatikan untuk membangun fondasi karier yang adaptif. Di antaranya adalah melanjutkan pendidikan, mumpuni di bidang Artificial Intelligence (AI), Information Technology (IT), menambah kemampuan bahasa asing, hingga membangun relasi.
“Pilih salah satu, minimal kamu ada. Relasi itu penting, tapi kalau mengandalkan relasi tanpa ada kekuatan dan kemampuan, itu sama saja nol. Enggak akan jadi juga,” imbuhnya.
Teddy melanjutkan dengan membagikan perjalanannya mengembangkan kapasitas diri hingga persiapan menghadapi tantangan global di masa depan.
Beliau menceritakan pengalamannya saat menantang diri masuk ke jajaran Kopassus, Satuan Penanggulangan Teror (Gultor), hingga dikirim ke sekolah militer Prestisius di Amerika Serikat.
“Di Amerika ada US Army Ranger School, saya masuklah di situ. Kalau kau udah terlanjur basah, jangan tanggung-tanggung. Kalau kamu sudah hadir, jangan sekedar hadir. Kalau bekerja 100 persen, kerahkan yang kamu punya agar itu berhasil di jalan yang baik. Sehingga misal kalau gagal, enggak nyesel,” tegas Teddy.
Terpisah ,Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya sebagai sosok panutan bagi para taruna Akademi Militer (Akmil).
Menurutnya,ketegasan Letkol Inf Teddy untuk melakukan yang terbaik sebagai prajurit merupakan sikap yang harus dicontoh,dan materi pembekalan yang disampaikan berdasarkan pengalaman riil.
Muhammad Qodari, sangat mengapresiasi materi pembekalan yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya kepada sekitar 1.600 taruna Akademi Militer (Akmil).
Menurut Qodari, materi yang disampaikan Seskab Teddy tidak hanya membakar semangat para taruna, tetapi juga memperlihatkan kualitas pemikiran dan kapasitas kepemimpinannya. Pesan-pesan tersebut terasa kuat karena lahir dari perjalanan, pengalaman, dan proses panjang yang dijalani Teddy dalam karier militernya.
“Pak Teddy itu sangat luar biasa. Beliau menjadi contoh bagi adik-adik taruna dan juga bagi yang lain,”ungkapnya. (HL)













