PALEMBANG | Duta Berita Nusantara
Tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, hingga saat ini masih terus melakukan penanganan terhadap lokasi kebakaran. Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran lanjutan.
Tim gabungan tersebut terdiri dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, serta Satpol PP.
Penanggung Jawab Posko Karhutla Kelurahan Sukamulya, Harmadi, yang juga Kepala Puskesmas Bukit Sangkal, mengatakan bahwa proses pemadaman masih terus dilakukan, termasuk hingga malam hari. Saat ini, petugas memasuki tahap pendinginan atau mopping up untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar.
“Tim Satgas Karhutla masih terus melakukan pemadaman hingga malam hari dan saat ini tengah dalam proses pendinginan (mopping up),” ujar Harmadi.
Menurutnya, terdapat tiga posko Karhutla yang disiapkan di wilayah Kecamatan Sematang Borang. Posko pertama berada di Kantor Kecamatan Sematang Borang dan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sementara posko kedua berada di Kelurahan Sukamulya, tepatnya di sekitar Jembatan Dua. Posko tersebut beroperasi selama 24 jam dengan sistem pergantian petugas dalam tiga shift.
“Posko yang ketiga berada di Puskesmas Sematang Borang yang juga siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” jelasnya.
Harmadi mengungkapkan, kebakaran lahan terakhir di wilayah Kelurahan Sukamulya terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026. Hingga saat ini, lokasi tersebut masih dalam tahap pendinginan guna memastikan tidak muncul kembali titik api.
“Lahan tersebut saat ini masih dalam pendinginan,” katanya.
Puskesmas Siaga 24 Jam
Selain penanganan kebakaran, Satgas juga memberikan perhatian terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Puskesmas Sematang Borang disiagakan selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya keluhan terkait pernapasan akibat paparan asap.
Harmadi mengatakan, pelayanan kesehatan juga telah disiapkan di Posko Jembatan Dua bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Sebenarnya di Posko Jembatan Dua, kita juga sudah mempersiapkan pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Namun jika diperlukan penanganan lanjutan, pasien akan dibawa ke Puskesmas Sematang Borang,” jelasnya.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih berpotensi terjadi, Harmadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan.
Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
“Sebaiknya kurangi kegiatan di luar rumah. Jika harus keluar rumah, jangan lupa mengenakan masker sebagai antisipasi dampak kabut asap ini,” imbaunya.
Satgas Karhutla bersama unsur terkait hingga kini masih bersiaga melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi bekas kebakaran guna mencegah munculnya kembali titik api.
(Yuliardi | DBN)












