Duta Berita Nusantara | LUBUKLINGGAU
Dalam upaya memperkuat literasi digital dan keterampilan teknologi di lingkungan pendidikan, tim akademisi dari Universitas PGRI Silampari (UNPARI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 8 Lubuklinggau.
Kegiatan ini berlangsung di Ruangan Laboratorium SMA Negeri 8 Lubuklinggau, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh para guru,Rabu(17/06/2026).
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama M. Edu Agritama, M.Cs. dan Nurul Fadillah, S.Tr., M.Cs., dengan dukungan tim mahasiswa UNPARI yang turut berperan aktif dalam pendampingan teknis di lapangan.

Setiap peserta mendapatkan bimbingan langsung saat mempraktikkan penulisan kode di perangkat masing-masing.
Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar pemrograman Python untuk pemula. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan sintaks dasar, menyusun logika perhitungan matematika, hingga membuat program kalkulator sederhana.

Seluruh proses pembelajaran memanfaatkan platform Google Colab Research, yang memungkinkan peserta menjalankan kode secara langsung melalui peramban tanpa instalasi perangkat lunak tambahan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi kebijakan integrasi coding dalam kurikulum pendidikan nasional. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan inovatif, serta mendorong siswa bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta solusi digital.
Menariknya, keberhasilan peserta dalam menyelesaikan praktik pembuatan kalkulator secara mandiri memunculkan respons positif. Sejumlah guru bahkan mengusulkan agar penerapan coding dapat dikembangkan lebih luas ke berbagai mata pelajaran, tidak terbatas pada informatika.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dewan guru SMA Negeri 8 Lubuklinggau hari ini. Fokus materi kami murni pada praktik dasar coding Python, dari pengenalan sintaks hingga puncaknya membuat kalkulator sederhana. Luar biasanya, semua guru antusias dan berhasil mempraktikkan secara mandiri, berkat pendampingan intensif dari mahasiswa kami. Ini membuktikan bahwa coding tidak menakutkan dan dapat dipelajari oleh siapa saja,” ujar M. Edu Agritama, M.Cs.

Dukungan dan apresiasi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 8 Lubuklinggau, Himawan Sutanto, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi.
“Kami dari pihak sekolah sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan PKM ini. Kegiatan ini sangat relevan untuk meningkatkan kompetensi guru tentang koding. Kami berharap kerja sama dan kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat transformasi digital di dunia pendidikan, khususnya di SMA Negeri 8 Lubuklinggau.














