Scroll untuk baca artikel
AgamaBerita

Ustad M.Jimmi Adzkar S.I.P,MM Al Hafidz : Dzikir Dan Doa Menenteramkan Jiwa

8
×

Ustad M.Jimmi Adzkar S.I.P,MM Al Hafidz : Dzikir Dan Doa Menenteramkan Jiwa

Sebarkan artikel ini

Palembangl Duta Berita Nusantara

Dzikir adalah Mengingat Allah, melalui Dzikir hati seorang hamba akan tenteram dan damai terlepas dari kegelisahan, sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Ra’d ayat 28 ” Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,”.

Sementara itu, Doa adalah permohonan seorang hamba kepada Allah, jika DIkir adalah bentuk pujian dan ingatan kita kepada Sang Pencipta, maka Doa adalah wujud kebutuhan kita kepada-Nya, sebagaimana Firman Allah dalam Surah Ghafur ayat 60 ” Berdoalah Kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu,”.

Hal ini disampaikan oleh Ustad M.Jimma Adzkar, S.I.P, MM Al Hafidz dalam Khutbah Jumatnya (24/7) di Masjid Al-Multazan Jalan H Azhari RT 46 RW 07 Kalidoni Kota Palembang.

Dalam khutbahnya, dia juga menjelaskan, bahwa Hubungan erat antara Dzikir dan Doa mempercepat semua hajat kita kepada Allah.

” Orang yang rajin berdzikir, akan lebih mudah khusyuk dan dekat dengan Allah, sehingga setiap Doanya akan lebih cepat di Ijabah ” ujarnya.

Lebih lanjut diperjelasnya, Dzikir merupakan Aktivitas mengingat dan Memuji Allah SWT, sedangkan Doa adalah permohonan atau Permintaan.

” Keduanya memiliki hubungan yang erat, dimana dzikir dianjurkan untuk didahulukan sebagai bentuk pujian sebelum seseorang memanjatkan doa kepada Allah ” katanya.

Pengertian dan bentuk dzikir dengan cara Menganggungkan Allah melalui lisan dan hati, sementara Doa meminta kebutuhan dunia atau akhirat serta ampunan kepada Allah SWT.

” Contoh Dzikir yang Menganggungkan Allah seperti membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar, sementara Doa meminta Kebutuhan. Dunia atau akhirat serta ampunan Allah, bacaannya seperti Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah ,” ucapnya.

Di akhir Khutbahnya, Ustad M Jimmi Adzkar , S.I.P,MM Al Hafidz, mengajak seluruh Jamaah, untuk menjadikan Dzikir dan Doa sebagai kebiasaan hidup.

” Perbanyaklah membaca Tasbih, tahmid, tahlil dan Takbir dalam setiap keadaan, baik duduk, berdiri maupun berbaring, dan jangan putus asa dalam berdoa, serta jadikan Doa sebagai sandaran utama ketika menghadapi kesulitan hidup, Karena Allah sangat dekat dan akan mengabulkan doa hambanya yang memohon ” ungkapnya.