Palembang | Duta Berita Nusantara
Salah satu Momen Paling dinanti oleh Umat Islam diseluruh dunia adalah datangnya Bulan Maulid, yakni Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bulan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam, untuk mengingat perjalanan hidup Rasulullah, termasuk Akhlaknya yang mulia.
Lantunan shalawat menggema diseluruh dunia sebagai ungkapan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Hal ini disampaikan oleh Ustadz Pujo Sutriman,S.Thi dalam Khutbah Jumatnya,(28/08) di Masjid Al Multazam Kalidoni Kota Palembang.
Dikatakan oleh Ustadz Pujo Sutriman, Mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan sekedar ucapan saja.
” Kita boleh rajin bershalawat, membaca kisah kehidupan beliau dan menghadiri Majelis Maulid, tetapi jika lisan kita masih mudah menyakiti orang lain, sulit memberi maaf kepada orang lain, masih berat membantu orang yang membutuhkan, maka kita patut bertanya kepada diri sendiri, dimanakah letak cinta kita kepada Rasulullah ” ujarnya.
Dijelaskannya, Cinta yang sejati selalu melahirkan keinginan untuk mengikuti, dan ketika kita mencintai seseorang dan menjadikannya sebagai teladan, tentu kita ingin meniru kebaikannya dan ingin memiliki sifat yang baik seperti dirinya.
” Begitu pula dengan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, tentu kita ingin meneladani Akhlaknya, menjaga ucapan, memperbaiki perilaku, seperti yang dilakukan oleh beliau dalam kehidupan sehari-hari ” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam Alquran Surat Ali Imran : 32 Allah Berfirman ” Katakanlah (Nabi Muhammad), Jika Kamu mencintai Allah, maka Ikutilah Aku, Niscaya Allah akan mencintaimu, dan mengampuni Dosa-dosamu, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “.
Dijelaskan oleh Ustadz Pujo, Ayat tersebut berbicara tentang bukti cinta kepada Allah, namun didalamnya terdapat pelajaran yang sangat penting yakni cinta tidak hanya cukup diucapkan, tapi harus dibuktikan.
” Begitu pula dengan Cinta Kita terhadap Nabi Muhammad SAW harus dibuktikan, dan momentum bulan Maulid ini seharusnya menjadi waktu intropeksi bagi kita, sejauh mana kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW ” tegasnya.
Di akhir Khutbahnya Ustadz Pujo mengajak semua Jamaah, untuk memperhatikan Akhlak Rasulullah dan meneladaninya di kehidupan sehari-hari.
Akhlak seperti Rasulullah inilah yang seharusnya menjadi cermin kehidupan kita sehari-hari, mari kita menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain, mari kita menahan diri dan tidak mudah emosi, belajar memaafkan orang lain dan berlapang dada, perbanyaklah membantu orang yang membutuhkan, dan jangan membalas keburukan dengan keburukan, karena ketika Rasulullah disakiti orang lain, beliau tidak membalas dengan keburukan melainkan memaafkan dan berlapang dada ” ucapnya.













