BeritaTNI AD

Warung Kopi dan Jalan Beton: TMMD Menyatukan Bahasa Tentara dan Warga

4
×

Warung Kopi dan Jalan Beton: TMMD Menyatukan Bahasa Tentara dan Warga

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | LANGKAT

Di sebuah warung kecil beratap seng di Kecamatan Gebang, suara sendok beradu dengan gelas kopi bercampur dengan pembahasan soal jalan desa, alat berat, hingga nasib pematang sawah warga. Di tempat sederhana itulah, personel Satgas TMMD ke-128 memilih membangun sesuatu yang lebih penting dari sekadar beton: rasa percaya.

Kamis siang yang bertepatan dengan hari libur nasional itu, aktivitas pemerintahan mungkin melambat. Namun di Dusun I Desa Pasar Rawa, pekerjaan pembangunan justru berlangsung tanpa jeda. Bukan hanya di titik pengecoran jalan atau lokasi pengerjaan fisik lainnya, tetapi juga di warung kopi milik Yanti yang mendadak menjadi ruang diskusi antara tentara dan masyarakat.

Beberapa personel Satgas TMMD tampak duduk santai bersama warga. Tidak ada jarak mencolok antara aparat dan masyarakat desa. Seragam loreng yang biasa identik dengan ketegasan berubah menjadi simbol kedekatan ketika para prajurit membuka ruang dialog secara langsung.

Di atas bangku kayu panjang yang mulai kusam dimakan usia, berbagai persoalan dibicarakan tanpa sekat. Warga menyampaikan kekhawatiran soal dampak alat berat terhadap lahan pertanian, jalur distribusi material, hingga harapan mereka terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Satgas pun mendengarkan satu per satu masukan tersebut sambil menjelaskan langkah teknis di lapangan.

Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, mengatakan komunikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD di tengah masyarakat.

“Tidak ada masalah di muka bumi ini yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pengerjaan fisik semata. Keterlibatan warga menjadi faktor utama agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Pendekatan humanis itulah yang terus dibangun Satgas TMMD ke-128 di wilayah Pasar Rawa. Warung kopi, yang selama ini menjadi tempat berkumpul warga desa, dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sosial untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Sangkakala, menilai kemanunggalan TNI dan rakyat tidak lahir melalui slogan atau seremoni semata, melainkan melalui interaksi sehari-hari yang sederhana namun tulus.

“Kemanunggalan itu lahir dari komunikasi, kebersamaan, dan saling percaya,” katanya.

Di tengah debu jalanan dan panas siang Kecamatan Gebang, obrolan di warung sederhana itu terus berlanjut. Bagi warga Pasar Rawa, pembangunan kini tidak lagi terasa sebagai program yang datang dari atas tanpa suara masyarakat. Mereka ikut menjadi bagian dari prosesnya.

Di meja kayu warung kopi itu, jalan beton mungkin sedang dibangun. Namun yang sesungguhnya diperkuat adalah hubungan antara negara dan rakyatnya.(red)