Cisauk | Duta Berita Nusantara
Pokok Pikiran Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara hadir dari masyarakat untuk masyarakat. Organisasi ini terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Skep Polri) sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Di wilayah Sektor Cisauk, Pokdarkamtibmas Bhayangkara dipimpin oleh Ir. Rendra Utama, yang akrab disapa Opa Rendra (Cisauk 101). Dengan kekuatan 326 personel yang berasal dari dua kecamatan, yakni Cisauk dan Setu, organisasi ini terus menunjukkan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam membantu pengamanan lingkungan.
Soliditas dan kekompakan anggota semakin terlihat dengan ditingkatkannya sistem koordinasi melalui penggunaan radio komunikasi berbasis UHF dan VHF. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pemantauan dan respons terhadap situasi keamanan di wilayah hukum Sektor Cisauk, khususnya di bawah naungan Polres Metro Tangerang Selatan.
Tak hanya itu, Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Cisauk juga aktif merangkul berbagai unsur pengamanan wilayah, mulai dari Satpol PP, aparat desa dan kelurahan, RW, RT, hingga satuan pengamanan lingkungan. Sinergi juga diperkuat dengan melibatkan unsur TNI dalam menjaga stabilitas keamanan.
Kegiatan sosialisasi dan sambang wilayah secara rutin dilakukan oleh Ketua Cisauk 101 bersama jajaran Bhabinkamtibmas dan para Kanit beserta anggotanya. Bahkan, mereka juga kerap mengikuti kegiatan sambang wilayah yang menjadi agenda rutin Kapolsek Cisauk, AKP Dhadi Arsya, SH, MH.
Kolaborasi antara Polri dan masyarakat yang dipimpin oleh Kapolsek Cisauk AKP Dhadi Arsya, SH, MH bersama Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Ir. Rendra Utama, SH, MSi, dinilai mampu menciptakan kehangatan silaturahmi sekaligus memperkuat sistem pengamanan wilayah.
“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, setiap potensi pelanggaran hukum dapat terdeteksi dan direspons dengan cepat. Hal ini secara signifikan mampu menekan angka kriminalitas di wilayah Cisauk,” ujar Opa Rendra.
Ia menegaskan, keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama.
“Siapa lagi yang menjaga wilayah kita kalau bukan kita sendiri. Semakin kuat koordinasi antar unsur, maka semakin kecil peluang terjadinya tindak kejahatan,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi yang solid akan menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, nyaman, dan kondusif, bahkan menuju kondisi masyarakat yang sejahtera.
Lebih lanjut, Opa Rendra menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki masa bakti empat tahun ke depan dengan tanggung jawab yang tidak ringan. Selain mengemban amanah dari Kapolri, seluruh anggota dituntut memiliki komitmen tinggi, bekerja keras, jujur, ikhlas, dan cerdas.
“Kami bekerja secara sosial tanpa pamrih. Namun jika ada anggota yang bermain-main, apalagi melakukan pelanggaran hukum, saya tidak akan segan untuk memberhentikan dan menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.














