BeritaLangkatTNI AD

Kayu Usang Disulap TNI Menjadi Jembatan Kokoh,Menjawab Kebutuhan Warga Pasar Rawa akan Akses Lebih Layak

6
×

Kayu Usang Disulap TNI Menjadi Jembatan Kokoh,Menjawab Kebutuhan Warga Pasar Rawa akan Akses Lebih Layak

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | LANGKAT

Dari hamparan tanah dan kayu usang yang sebelumnya hanya menjadi jalur terbatas, kini mulai tampak fondasi kuat yang perlahan membentuk penghubung baru. Pembangunan Jembatan TMMD di Desa Pasar Rawa Kec.Gebang Kab.Langkat menjadi bagian dari program TMMD 128 yang di gelar Kodim 0203/Langkat bersinergi dengan Pemkab.Sebuah langkah nyata yang melampaui target, sekaligus menjawab kebutuhan warga akan akses yang lebih layak.

Di lokasi pembangunan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti. Personel TNI ,Polri bersama warga terus bergotong royong, menyusun demi menyusun material sehingga pengerjaan jembatan harapan hampir tuntas pekerjaannya.

Jembatan dirancang sebagai penghubung antar dusun di Desa Pasar Rawa tersebut dibangun sebagai bentuk kepedulian TNI dalam mensejahterakan masyarakat petani di wilayah pesisir Langkat.

Selama ini, keterbatasan akses membuat mobilitas warga kurang optimal, bahkan sering kali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Kini, dengan hampir tuntasnya pembangunan jembatan, harapan itu mulai menemukan bentuknya.

Selasa 28 April 2026,pembangunan jembatan penghubung yang akan dimanfaatkan ratusan warga yang memiliki panjang 6 meter dan lebar 4 meter tersebut hampir tuntas pembangunannya.

Dansatgas TMMD 128 Letkol Inf Medwin Sangkakala mengatakan bahwa Jembatan terbuat dari beton sebagai penghubung akses masyarakat,khususnya petani tersebut pengerjaannya hampir tuntas,berkat upaya kerja keras dan gotong rotong warga bersama Satgas akhirnya pekerjaan berjalan lancar sesuai harapan.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran jembatan ini akan membawa perubahan signifikan bagi warga Desa Pasar Rawa. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Di tengah proses pembangunan, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai usia ikut terlibat, menyatu dalam semangat gotong royong bersama prajurit TNI,dan Polri .Mereka tidak sekadar membantu pekerjaan, tetapi juga menanam harapan pada setiap bagian jembatan yang dibangun.

Jembatan hampir rampung, namun maknanya sudah terasa sejak sekarang. Ia bukan hanya penghubung fisik antara dusun, melainkan juga pengikat harapan, kerja sama, dan masa depan yang lebih terbuka bagi masyarakat. Dari pembangunan jembatan ini, lahir bukan hanya pembangunan, tetapi juga kepercayaan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebersamaan.(Red)‎