LANGKAT | Duta Berita Nusantara
Suasana malam di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini terasa lebih hangat dengan hadirnya Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat yang tidak hanya membangun desa, tetapi juga turut membina generasi muda melalui kegiatan keagamaan.
Setiap selesai aktivitas harian di lokasi TMMD, prajurit Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (YTP) 907/Dewa Shahdan secara sukarela mengisi waktu malam dengan mendampingi anak-anak desa belajar mengaji di Mushola dan Posko TMMD.
Kegiatan ini menjadi rutinitas yang sudah berjalan sejak awal pelaksanaan TMMD pada 22 April 2026. Anak-anak diajarkan membaca Iqro, Al-Qur’an, serta dasar-dasar tajwid dengan metode sederhana dan penuh kesabaran.
Di antara prajurit yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut adalah Serda David Ananta Ramadhan, Prada Rodil, Prada Agung Pratama, dan Prada Muhammad Al Fadri. Mereka bergantian membimbing anak-anak yang datang dengan penuh semangat setiap malam.
Serda David Ananta Ramadhan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pembinaan karakter generasi muda di wilayah sasaran TMMD.
“Kami ingin kehadiran TNI di desa tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual anak-anak,” ujarnya.
Meski lelah setelah seharian bekerja di lapangan, para prajurit tetap konsisten meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar mengaji usai salat Maghrib hingga Isya.
Kehadiran Satgas TMMD ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pendidikan agama anak-anak di desa.
Dari pantauan di lokasi, terlihat anak-anak belajar dengan penuh antusias. Mereka duduk berkelompok, bergiliran membaca Al-Qur’an sambil dibimbing langsung oleh prajurit TNI yang dengan sabar mengoreksi bacaan mereka.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa TMMD ke-128 tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga turut membangun akhlak dan karakter generasi penerus bangsa di pedesaan.














