LangkatTNI AD

TMMD 128 di Langkat, Wujud Nyata OMSP: Dorong Pembangunan Desa, Bagaimana Dampak Berkelanjutannya?

6
×

TMMD 128 di Langkat, Wujud Nyata OMSP: Dorong Pembangunan Desa, Bagaimana Dampak Berkelanjutannya?

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | LANGKAT

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0203/Langkat di Kecamatan Gebang menjadi bagian dari implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Melalui OMSP, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga berperan membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.

Di Kabupaten Langkat, kegiatan TMMD menyasar Desa Pasar Rawa dan Desa Kelantan Luar, dengan fokus pada pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Program ini melibatkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta warga setempat.

Sejumlah pembangunan fisik yang dilaksanakan antara lain peningkatan jalan sepanjang 1.500 meter, pembangunan jembatan, normalisasi parit, hingga penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor dan MCK. Selain itu, program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan.

Di sisi nonfisik, TMMD menghadirkan berbagai penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, hukum dan keamanan, kesehatan, hingga sektor ekonomi seperti perikanan dan peternakan.

Kodim 0203/Langkat menyebut, pelaksanaan TMMD merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama di kawasan pesisir yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses infrastruktur.

Namun demikian, efektivitas implementasi OMSP melalui program TMMD juga menjadi perhatian, khususnya dalam hal keberlanjutan hasil pembangunan setelah program selesai.

Sejumlah pihak menilai, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya proyek fisik, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dalam jangka panjang oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Hingga saat ini, belum diperoleh keterangan rinci terkait mekanisme evaluasi program, termasuk pengawasan kualitas pembangunan serta rencana pemeliharaan pasca kegiatan. Upaya konfirmasi masih dilakukan.

Konteks Wilayah: Dari Krisis Lingkungan ke Pemulihan

Desa Pasar Rawa yang menjadi lokasi TMMD memiliki latar belakang sebagai kawasan pesisir yang pernah mengalami kerusakan ekosistem mangrove pada awal 2000-an akibat aktivitas perambahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat melalui kelompok tani hutan mulai melakukan upaya pemulihan, menjadikan wilayah ini sebagai kawasan berbasis konservasi sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat.

Mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan, sehingga keberadaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan akses air bersih dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran TMMD diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi dan lingkungan yang telah dibangun masyarakat.

TMMD ke-128 menjadi salah satu contoh implementasi OMSP di tingkat daerah. Namun, keberlanjutan dampaknya akan sangat ditentukan oleh sinergi lanjutan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setelah program berakhir. (red)