BeritaLangkatTNI AD

Jembatan TMMD di Pasar Rawa Hampir Rampung, Kolaborasi TNI dan Warga Percepat Akses Desa

5
×

Jembatan TMMD di Pasar Rawa Hampir Rampung, Kolaborasi TNI dan Warga Percepat Akses Desa

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | LANGKAT

Pembangunan jembatan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, hampir selesai. Hingga awal Mei 2026, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 98 persen.

Jembatan dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 4 meter tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting yang dibangun untuk mendukung mobilitas warga, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di lapangan, pengerjaan dilakukan secara gotong royong antara personel Satgas TMMD bersama warga. Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor utama percepatan pembangunan.

Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.

“Pengerjaan jembatan dilakukan bersama warga, sehingga prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan sesuai target,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi akses penghubung bagi aktivitas sehari-hari warga, termasuk distribusi hasil pertanian.

Selain berfokus pada pembangunan fisik, kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat juga dinilai berperan dalam mendorong kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.

Meski progres pembangunan hampir rampung, sejumlah hal tetap menjadi perhatian, terutama terkait daya tahan konstruksi serta pemeliharaan jembatan ke depan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai rencana perawatan infrastruktur pasca TMMD. Upaya konfirmasi masih dilakukan.

Dengan hampir selesainya pembangunan, jembatan di Desa Pasar Rawa diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah. Namun, manfaat jangka panjangnya akan sangat bergantung pada pemanfaatan dan pengelolaan yang berkelanjutan. (red)