BeritaJakarta

Kemnaker Perkuat Ekosistem Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

8
×

Kemnaker Perkuat Ekosistem Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Jakarta | Duta Berita Nusantara

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat ekosistem kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui seleksi kerja berbasis kompetensi bersama dunia usaha.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Interview dan Seleksi Penempatan Tenaga Kerja bagi Penyandang Disabilitas Tuli pada PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan)” yang berlangsung di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Estiarty Haryani, mengatakan kegiatan itu menjadi upaya nyata dalam mempertemukan pencari kerja penyandang disabilitas Tuli dengan dunia usaha secara langsung.

“Kegiatan ini membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kompetensi dan potensi di dunia kerja,” ujar Estiarty.

Menurutnya, penempatan kerja bagi penyandang disabilitas membutuhkan sistem rekrutmen yang adaptif terhadap kebutuhan komunikasi serta dukungan pendampingan yang tepat. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat peran Pengantar Kerja yang menjalankan fungsi job matching, job counselling, dan job intermediaries.

“Pengantar Kerja memastikan proses penempatan tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan pekerjaan, tetapi juga menjembatani kebutuhan komunikasi dan kompetensi secara tepat,” katanya.

Saat ini terdapat 1.859 Pengantar Kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, baik di lingkungan Kemnaker, Balai Pelatihan Kerja, Dinas Ketenagakerjaan, maupun Unit Layanan Disabilitas daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Parakerja turut mendukung proses komunikasi dan wawancara agar berjalan lebih inklusif melalui penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia bagi peserta penyandang disabilitas Tuli.

Estiarty menegaskan, penguatan penempatan kerja inklusif membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas disabilitas, dan dunia usaha. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas dan direplikasi oleh lebih banyak perusahaan agar akses kerja bagi penyandang disabilitas semakin terbuka luas dan berkelanjutan.

“Ini bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.