LangkatTNI AD

Genap Lima Pilar: Akhir Paceklik Air Bersih di Pesisir Langkat

5
×

Genap Lima Pilar: Akhir Paceklik Air Bersih di Pesisir Langkat

Sebarkan artikel ini

LANGKAT| Duta Berita Nusantara

Mesin bor di titik terakhir akhirnya dimatikan. Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat melunasi janji lima sumur bor, meruntuhkan dominasi air payau yang puluhan tahun menyandera warga Gebang.

Raungan mesin bor yang selama beberapa pekan terakhir memekakkan telinga di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, akhirnya benar-benar berhenti. Sabtu sore itu, keheningan berganti menjadi gemuruh tepuk tangan dan haru. Dari ujung pipa paralon di titik kelima sasaran pamungkas yang paling dinanti air jernih menyembur deras tanpa jeda.

Dengan mengucurnya air di titik kelima ini, proyek ambisius penyediaan fasilitas air bersih dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat resmi dinyatakan tuntas seratus persen. Lima pilar air bersih yang dijanjikan tentara kini berdiri tegak, menyebar di sudut-sudut pemukiman yang paling membutuhkan.

Bagi masyarakat pesisir Gebang, peristiwa ini bukan sekadar peresmian infrastruktur di atas kertas laporan seremonial. Ini adalah akhir dari sebuah riwayat getir. Selama lintas generasi, warga di kawasan ini dipaksa pasrah mengonsumsi air payau berasa asin demi bertahan hidup sebuah realita ekologis yang tidak hanya merusak kesehatan kulit, tetapi juga mencekik isi dompet untuk membeli air galon kemasan.

Pengeboran titik kelima ini disebut-sebut sebagai fase yang paling krusial sekaligus mendebarkan. Setelah keberhasilan di titik keempat beberapa waktu lalu, tim teknis Satgas TMMD bersama warga harus berkejaran dengan waktu dan kondisi tanah pesisir yang labil untuk menggenapi target. Salah sedikit mengebor, taruhannya adalah interstrata air asin yang bisa merusak seluruh jaringan pipa bawah tanah.

Namun, kedisplinan para prajurit dan ketekunan warga lokal yang rela berpanas-panasan di lapangan membayar tuntas taruhan tersebut. Setiap meter pipa yang berhasil dihujamkan ke perut bumi kini menjelma menjadi saluran kehidupan baru.

“Semua titik sudah tuntas, air keluar dengan debit maksimal dan kualitasnya sangat jernih,” ujar salah seorang personel Satgas di lokasi, sembari membersihkan sisa lumpur pengeboran yang menempel di seragam lorengnya.

Dengan tuntasnya kelima sasaran fisik ini, jajaran Kodim 0203/Langkat tidak hanya berhasil menyerahkan aset fisik berupa sumur bor dan mesin pompa. Lebih dari itu, mereka telah mengembalikan hak paling mendasar warga pesisir: hak atas air bersih dan kehidupan yang lebih bermartabat. Ketika malam mulai turun di Gebang, jeriken-jeriken kosong warga kini tak lagi mengantre di penampungan air hujan, melainkan langsung terisi penuh dari sumber air tawar di halaman rumah mereka sendiri.(red)