Duta Berita Nusantara | Palembang
Suasana haru dan bahagia menyelimuti Debarkasi Palembang seiring kedatangan 443 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 pada Jumat (05/06/2026). Jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKI, dan Kota Palembang ini mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Saat keberangkatan menuju Tanah Suci beberapa waktu lalu, Kloter 3 tercatat membawa sebanyak 444 jemaah. Namun, pada kepulangan kali ini, jumlah jemaah menjadi 443 orang. Dinamika perubahan jumlah ini disebabkan oleh mutasi kloter (tanazul) demi kenyamanan dan kondisi jemaah.
Tercatat ada dua jemaah yang berangkat bersama Kloter 3 namun sudah kembali lebih awal di Tanah Air bersama Kloter 2, yaitu Suhana (77) dan Siti Mahmudah (56). Di sisi lain, Kloter 3 menerima satu jemaah tanazul (pindah kloter) dari Kloter 9 untuk pulang lebih awal, yaitu Sri Utami (57) dari OKU Timur. Sri Utami sendiri awalnya memang tergabung di Kloter 3 namun sempat tertunda berangkat dan baru ke Tanah Suci bersama Kloter 9.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenhaj Sumsel) selaku Ketua PPIH Debarkasi Palembang, H.M. Arkan Nurwahiddin, menyampaikan rasa syukur mendalam atas kelancaran proses pemulangan para jemaah haji. Dengan kedatangan Kloter 3, total jemaah haji Embarkasi Palembang yang telah kembali ke Bumi Sriwijaya hingga hari ini mencapai 1.329 orang.
“Alhamdulillah, proses kepulangan Kloter 3 berjalan lancar dan seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat. Terkait dinamika jumlah jemaah karena adanya tanazul, hal itu merupakan bagian dari pelayanan kami untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah haji,” jelas M. Arkan Nurwahiddin saat menyambut kedatangan jemaah.
Menjaga Kemabruran Haji dan Regulasi Pendaftaran Kembali
Dalam sambutannya saat menerima jemaah haji Kloter 3 di Aula Asrama Haji Sumsel, M. Arkan Nurwahiddin mengucapkan selamat datang kembali kepada para jemaah di Bumi Sriwijaya serta mendoakan agar seluruh ibadah yang telah dilaksanakan di Tanah Suci diterima oleh Allah SWT.
“Hari ini adalah hari yang penuh rasa syukur dan haru setelah menempuh perjalanan panjang, menjalani berbagai rangkaian ibadah dengan segala tantangan dan pengorbanannya. Tidak semua orang memperoleh kesempatan yang mulia ini. Oleh karena itu, kepulangan Bapak dan Ibu membawa kemuliaan, sekaligus tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diperoleh selama berhaji,” tutur Arkan.
Ia juga menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati menuju kedekatan dengan Sang Pencipta. Kepulangan ke Tanah Air diharapkan menjadi awal untuk memperkuat ibadah, menjaga persaudaraan, dan menebar kebaikan di tengah masyarakat.
Selain memberikan wejangan spiritual, Arkan juga membagikan informasi penting terkait regulasi pendaftaran haji yang berlaku saat ini. Berdasarkan ketentuan, para jemaah yang baru pulang ini baru bisa mendaftarkan diri kembali untuk ibadah haji setelah melewati masa tunggu selama 18 tahun.
“Bisa mendaftar haji lagi setelah 18 tahun. Lalu kapan berangkatnya? Berangkatnya setelah 18 tahun itu, masih ada waktu tunggu lagi selama 26 tahun. Jadi kalau 18 ditambah 26, berarti Bapak dan Ibu sekalian akan berangkat haji kembali setelah 44 tahun kemudian. Mudah-mudahan kita diberi umur Panjang,” selorohnya yang disambut senyum para jemaah.
Apresiasi untuk Petugas dan Kebahagiaan Keluarga
Di akhir penyampaiannya, Kakanwil Kemenhaj Sumsel menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan operasional haji tahun ini.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, tenaga kesehatan, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta semua pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik sehingga proses pemulangan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancer,” ungkapnya.
Kepada keluarga jemaah yang telah menanti dengan penuh doa dan kerinduan, Arkan mendoakan agar pertemuan kembali ini membawa berkah, kebahagiaan, serta semakin mempererat tali kasih sayang di dalam keluarga.
Setibanya di Aula Asrama Haji Palembang, para jemaah langsung menjalani proses pemeriksaan kesehatan singkat oleh tim medis, penyerahan paspor, serta pembagian air zamzam sebelum akhirnya bertolak kembali ke daerah asal masing-masing menggunakan bus yang telah disiapkan oleh panitia daerah. (Humas PPIH Debarkasi Palembang)














