BANTENPandeglang

Gubernur Banten Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Adaptif dalam PKN II 2026

8
×

Gubernur Banten Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Adaptif dalam PKN II 2026

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | PANDEGLANG

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil bagi para aparatur pemerintah. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XVI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Banten di Pandeglang, Selasa (9/6/2026).

Menurut Andra Soni, tantangan pembangunan dan dinamika pelayanan publik yang terus berkembang menuntut hadirnya pemimpin-pemimpin birokrasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki visi yang jelas, serta mampu membangun kolaborasi untuk menghasilkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta PKN II untuk memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai sarana meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus melahirkan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.

“Proyek perubahan yang akan dibuat harus mampu diimplementasikan, bukan hanya disusun untuk memenuhi persyaratan PKN II,” kata Andra Soni.

Ia menjelaskan, proyek perubahan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran harus mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi organisasi. Tidak hanya menjadi dokumen administratif, proyek tersebut juga harus memberikan manfaat yang terukur, berkelanjutan, serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.

“Harus mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah serta pelayanan publik,” ujarnya.

Andra Soni menilai para peserta PKN II memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam birokrasi. Mereka diharapkan mampu menerjemahkan visi dan misi pembangunan daerah ke dalam program, kegiatan, serta kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi kepemimpinan akan menjadi modal penting dalam menciptakan birokrasi yang semakin profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya meyakini dengan kompetensi kepemimpinan yang terus ditingkatkan, aparatur pemerintah akan semakin efektif, responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten juga menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta PKN II Angkatan XVI Tahun 2026. Selain itu, ia menyerahkan santunan kepada sepuluh anak yatim piatu dan menyaksikan penandatanganan pakta integritas yang dibacakan oleh peserta sebagai komitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Banten Deni Hermawan mengatakan, PKN II Angkatan XVI Tahun 2026 diikuti oleh 55 peserta. Pelatihan dilaksanakan selama 107 hari dengan menerapkan kurikulum blended learning yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal.

Menurut Deni, para peserta akan mendapatkan materi dari tenaga pengajar yang kompeten dan profesional, baik dari kalangan praktisi, akademisi, maupun Widyaiswara yang berpengalaman dalam pengembangan kepemimpinan aparatur.

“Para pemateri merupakan ahli yang kompeten dan profesional baik dari praktisi, akademisi serta fasilitator dari Widyaswara,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan PKN II Angkatan XVI Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Banten berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang visioner, adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik guna mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banten.