BeritaCERPEN

PRINSIP YANG TIDAK BISA DITAWAR

20
×

PRINSIP YANG TIDAK BISA DITAWAR

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Palembang

HARI KE-12

PRINSIP YANG TIDAK BISA DITAWAR

Oleh : Ki Bagus Arfan Hasbullah

(Pimpinan Umum Media Pers Online Duta Berita Nusantara)

Ardi berdiri di depan cermin ruang kerjanya malam itu.

Bukan karena ia sedang bersiap pergi ke suatu tempat, tetapi karena ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih sulit daripada perjalanan mana pun: dirinya sendiri.

Di meja kerjanya, dua pilihan terbuka.

Satu di antaranya terlihat menguntungkan.

Cepat. Mudah. Menggiurkan.

Yang satu lagi tidak memberi janji apa pun.

Hanya kebenaran. Dan konsekuensi.

Sudah beberapa hari ia memikirkan hal ini.

Bukan karena ia tidak tahu mana yang benar, tetapi karena ia tahu mana yang paling sulit dijalani.

Di luar, dunia berjalan seperti biasa.

Orang-orang berlalu tanpa tahu apa yang sedang terjadi dalam pikirannya.

Namun di dalam dirinya, ada pertempuran yang tidak terlihat.

Suara pertama berkata:

“Tidak ada yang akan tahu. Ini hanya jalan pintas.”

Suara kedua menjawab pelan:

“Bukan soal siapa yang tahu. Tapi siapa kamu sebenarnya.”

Ardi menarik napas panjang.

Ia teringat satu hal sederhana yang dulu pernah ia yakini:

bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa ditawar.

Bukan jabatan.

Bukan keuntungan.

Bukan tekanan.

Ada sesuatu yang harus tetap berdiri, bahkan ketika semuanya mencoba menggoyangkannya.

Integritas.

Tangannya sempat ragu di atas pilihan yang menggiurkan itu.

Namun hanya sesaat.

Ia menarik kembali tangannya.

Bukan karena takut kehilangan sesuatu, tetapi karena ia takut kehilangan dirinya sendiri.

Malam itu, Ardi memilih jalan yang tidak mudah.

Tapi jalan yang membuatnya tetap bisa menatap dirinya sendiri tanpa menunduk.

Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, ia merasa tenang.

Karena ia sadar satu hal:

tidak semua keuntungan layak untuk diambil, dan tidak semua kehilangan benar-benar kerugian.

Integritas bukan tentang keadaan yang sempurna.

Tetapi tentang keputusan yang tetap benar, bahkan di keadaan yang tidak sempurna.

Karena pada akhirnya, yang paling berharga dalam hidup bukan apa yang kita dapatkan, tetapi siapa kita tetap menjadi.