BeritaCERPENSerial cerita viral DBN

Evaluasi Integritas Sosial dan Kinerja Pasukan Integritas Nusantara

14
×

Evaluasi Integritas Sosial dan Kinerja Pasukan Integritas Nusantara

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Palembang

PASUKAN INTEGRITAS HARI KE-14

Evaluasi Integritas Sosial & Kinerja Pasukan

Oleh : Ki Bagus Arfan Hasbullah 

(Pimpinan Umum Media Pers Online Duta Berita Nusantara)

Pagi itu, Markas Pasukan Integritas terasa lebih hening dari biasanya. Bukan karena sepi, tetapi karena hari itu adalah hari penting: evaluasi integritas sosial dan kinerja seluruh pasukan.

Di ruang utama markas, Kak Ardi selaku Komandan duduk di ujung meja. Di hadapannya sudah tersusun laporan kegiatan dari berbagai unit kecil. Di sisi kanan dan kiri, tampak Mang Robin, Mang Ebin, dan Kirana bersiap menyampaikan laporan masing-masing.

Suasana serius namun tetap hangat.

Mang Robin membuka sesi laporan lebih dulu.

“Komandan, dari sisi lapangan, kegiatan sosial ke masyarakat berjalan cukup baik. Beberapa titik sudah kita sentuh, terutama bantuan dan komunikasi langsung ke warga. Namun masih ada kendala di koordinasi waktu,” ujarnya tenang.

Kak Ardi mengangguk pelan, mencatat.

Giliran Mang Ebin menyampaikan laporan.

“Untuk kinerja internal, ada peningkatan, Komandan. Tapi masih ada beberapa anggota yang belum konsisten dalam respon komunikasi. Ini perlu diperbaiki agar tidak mengganggu ritme kerja pasukan,” jelasnya.

Ruang rapat semakin serius. Semua menyadari bahwa ini bukan sekadar formalitas.

Kirana kemudian membuka catatan evaluasinya.

“Dari sisi sosial dan komunikasi, saya melihat ada kemajuan dalam kedekatan dengan masyarakat. Tapi kita masih perlu memperkuat empati dan konsistensi hadir, bukan hanya saat ada agenda, tapi juga di luar itu,” ucap Kirana dengan tenang.

Sejenak ruangan hening. Semua menyadari bahwa integritas bukan hanya soal tugas, tetapi juga soal kehadiran yang bermakna.

Kak Ardi kemudian berdiri. Suasana langsung fokus.

“Kita sudah mendengar semuanya. Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memperbaiki siapa kita ke depan.”

Ia berhenti sejenak, menatap satu per satu anggotanya.

“Integritas itu bukan soal besar kecilnya tugas, tapi soal konsistensi ketika tidak ada yang mengawasi. Kita tidak sedang berlomba menjadi sempurna. Kita sedang belajar menjadi bisa dipercaya.”

Mang Robin mengangguk. Mang Ebin menarik napas pelan. Kirana menatap serius namun penuh semangat.

Akhir rapat ditutup dengan kesepakatan bersama:

memperkuat komunikasi internal

meningkatkan disiplin waktu

menjaga konsistensi kehadiran sosial

dan memperbaiki koordinasi lapangan

Evaluasi Hari ke-14  bukan untuk penilaian siapa terbaik, tetapi dengan satu kesadaran yang sama:

Pasukan Integritas hanya akan kuat jika semua berjalan bersama, bukan sendiri-sendiri.