Scroll untuk baca artikel
Banyuasin

Ketum NIB Soroti Infrastruktur TSM Jalan Mobil Desa Penuguan, Warga Bertahun-tahun Andalkan Swadaya

15
×

Ketum NIB Soroti Infrastruktur TSM Jalan Mobil Desa Penuguan, Warga Bertahun-tahun Andalkan Swadaya

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Banyuasin

Bertahun-tahun Andalkan Swadaya, Warga Desa Penuguan Harapkan Perhatian Pemerintah

Masyarakat Desa Penuguan, Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah mereka.

Harapan tersebut disampaikan menyusul masih adanya sejumlah kebutuhan masyarakat yang selama ini berupaya dipenuhi melalui gotong royong dan swadaya warga, mulai dari penggalian saluran SDU atau parit sekunder, kebutuhan jaringan listrik, hingga perbaikan jalan yang mengalami kerusakan.

Bagi masyarakat, semangat gotong royong tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan desa. Namun, mereka berharap pembangunan dan pelayanan pemerintah juga dapat hadir sehingga kebutuhan infrastruktur dasar tidak seluruhnya menjadi beban masyarakat.

Usulan Gardu Listrik Pernah Disampaikan

Menurut keterangan masyarakat yang diterima awak media Duta Berita Nusantara, sekitar tahun 2023 pernah disampaikan usulan kepada pemerintah desa terkait kebutuhan pemasangan gardu listrik di wilayah tersebut.

Namun, menurut keterangan warga, pada saat itu pemerintah desa menyampaikan bahwa penggalian SDU menjadi prioritas.

Seiring kebutuhan yang terus berjalan, masyarakat kemudian tetap berupaya memenuhi kebutuhan lingkungan secara mandiri melalui semangat gotong royong.

Masyarakat disebut menyepakati penggalangan dana secara swadaya untuk pengerjaan SDU. Meski demikian, persetujuan tersebut menurut warga bukan berarti mereka tidak memiliki keberatan.

Warga memahami kebutuhan tersebut harus segera ditangani, tetapi di sisi lain berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar masyarakat tidak terus-menerus harus mengeluarkan biaya sendiri untuk kebutuhan infrastruktur dasar.

Musyawarah Iuran Swadaya

Kondisi tersebut kembali terlihat dalam Berita Acara Musyawarah Iuran Dana Swadaya Penggalian Parit SDU/Skunder RT 015 Dusun 004 Desa Penuguan, tertanggal 21 September 2026.

Dalam dokumen tersebut tercantum adanya musyawarah yang melibatkan unsur masyarakat serta perangkat terkait untuk membahas iuran swadaya penggalian parit sekunder drainase utama.

Tujuan pengerjaan tersebut disebut berkaitan dengan upaya memperlancar aliran air, terutama ketika musim penghujan.

Dokumen juga mencantumkan keterlibatan unsur Pemerintah Desa Penuguan dan BPD dalam berita acara musyawarah tersebut.

Sementara itu, papan informasi di lokasi mencantumkan pekerjaan galian dengan panjang sekitar 2.800 meter dan keterangan mengenai pembiayaan secara swadaya masyarakat.

Warga Tidak Menolak Gotong Royong

Masyarakat menegaskan bahwa persoalannya bukan pada penolakan terhadap gotong royong.

Justru, warga selama ini telah menunjukkan kepedulian dengan mengumpulkan dana untuk memenuhi berbagai kebutuhan lingkungan.

Selain SDU, menurut keterangan yang disampaikan kepada awak media pers DBN, masyarakat juga pernah melakukan pengadaan kabel listrik secara mandiri serta bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak.

Namun, masyarakat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Masyarakat tetap mau bergotong royong. Tetapi harapannya pemerintah juga membantu memberikan kemudahan. Jangan sampai kebutuhan infrastruktur dasar terus-menerus harus dikumpulkan sendiri oleh masyarakat,” demikian inti aspirasi warga yang disampaikan kepada awak media pers DBN.

NIB Dorong Pemerintah Hadir

Ketua Umum NIB bersama Badan Pengawas NIB , Andi Samsul dan Ki Bagus turut menyampaikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat tersebut.

NIB berharap pemerintah dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat Desa Penuguan, terutama kebutuhan yang berkaitan dengan listrik, jalan dan saluran air/SDU.

Menurut Andi Samsul, semangat swadaya masyarakat patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong. Namun, dukungan pemerintah tetap dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan lebih baik dan beban masyarakat menjadi lebih ringan.

“Harapannya pemerintah setempat dapat memperhatikan masyarakat di desa ini. Masyarakat sudah berusaha bergotong royong dan mengumpulkan dana sendiri untuk kebutuhan SDU, listrik maupun memperbaiki jalan. Kami berharap pemerintah hadir memberikan solusi dan kemudahan,” ujar Samsul.

Kami juga berharap kebutuhan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menanggung pembiayaan pembangunan tersebut.

Menurut Badan Pengawas NIB,Ki Bagus mengatakan kami Menunggu Penjelasan Pemerintah Desa,NIB memandang persoalan ini sebagai aspirasi masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak terkait.

Pemerintah Desa Penuguan diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai usulan pemasangan gardu listrik yang disebut pernah disampaikan masyarakat pada 2023, alasan penetapan prioritas SDU saat itu, serta program pemerintah terkait kebutuhan jalan, listrik dan infrastruktur pengairan di wilayah tersebut.

Termasuk pula penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan swadaya dan dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang saat ini dilakukan masyarakat.

Dengan adanya komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan kebutuhan infrastruktur di Desa Penuguan dapat memperoleh solusi yang tepat.

Masyarakat tidak sedang menolak gotong royong. Mereka hanya berharap gotong royong masyarakat berjalan beriringan dengan perhatian dan dukungan pemerintah.

Kontributor Banyuasin

Zai/Dbn