PALEMBANG | Duta Berita Nusantara
Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi perhatian. Selain titik api di wilayah Palembang itu sendiri, asap juga diduga berasal dari sejumlah daerah penyangga, salah satunya Kabupaten Banyuasin.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa sebelumnya menyebutkan Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai daerah yang menjadi sumber kiriman asap ke Palembang. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena asap tidak mengenal batas administratif.
Di Banyuasin, aktivitas Karhutla masih ditemukan. Salah satunya terjadi di Desa Rimau Sungsang, Dusun 5, Parit 12.
Kepala Dusun 5, Paing, mengatakan pihak desa berupaya melakukan pemadaman. Kepala parit juga diminta segera menelusuri asal api dan kronologi kebakaran untuk mengetahui penyebabnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan, termasuk apakah terjadi karena faktor alam, kelalaian atau unsur kesengajaan.
Sementara itu, masyarakat setempat bahu-membahu melakukan siaga menggunakan pompa air secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke lahan masyarakat di sekitarnya.
Selain Rimau Sungsang, sejumlah titik panas juga terpantau di wilayah Banyuasin. Pada 6 Oktober 2026, terdapat beberapa hotspot terdeteksi di wilayah hukum Polsek Pulau Rimau dan petugas melakukan ground check terhadap titik-titik tersebut.
Pimpinan Umum DBN: Jangan Hanya Padamkan Api
Pimpinan Umum Media Pers Online Duta Berita Nusantara, Kibagus Arfan Hasbullah, menilai persoalan Karhutla harus ditangani secara menyeluruh.
“Ketika asap dari wilayah sekitar masuk dan berdampak kepada masyarakat Palembang, ini menjadi persoalan bersama. Penanganan tidak cukup hanya memadamkan api. Sumber dan penyebab kebakaran juga harus ditelusuri secara transparan.”
Ia menegaskan Media Pers DBN akan terus mengawal informasi Karhutla.
“ Kami Meminta pihak pemerintah Banyuasin melalui Kepala desa dan perangkat nya siaga terhadap segala kemungkinan terjadi kembali lahan yang terbakar,” tegasnya.
Ketum NIB Dorong Pengawasan Diperkuat
Sementara itu, Ketua Umum Nusantara Hijau Bersatu (NIB), Andi Samsul, meminta penanganan Karhutla melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat, pengelola lahan hingga masyarakat.
“Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan. Ada persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat dan tanggung jawab pengelolaan lahan. Setelah api padam, harus ada evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.”
Andi juga mendorong pengawasan kawasan rawan Karhutla, khususnya lahan gambut dan kawasan yang berdekatan dengan permukiman.
“Kalau ada titik api, segera ditangani. Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran, harus ditelusuri sesuai aturan hukum. Yang paling penting, keselamatan masyarakat dan lingkungan harus menjadi prioritas.”
Karhutla di Banyuasin kini menjadi perhatian publik,bukan hanya di Rimau sungsang,tetapi di daerah lain seperti Mariana,Tanjung Siapi-api dan wilayah lain di Kabupaten Banyuasin, dampak asap yang dirasakan bukan hanya di masyarakat setempat, tetapi juga karena asapnya berpotensi terbawa ke wilayah Palembang.
Jurnalis Duta Berita Nusantara akan terus memantau perkembangan Karhutla termasuk Kabupaten Banyuasin, serta kondisi desa Rimau Sungsang itu sendiri,bagaimana penanganan di lapangan, serta dampaknya terhadap masyarakat Palembang.












