Duta Berita Nusantara | Yogyakarta
Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis Kota Yogyakarta. Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menyuarakan serangkaian tuntutan krusial terkait isu kesejahteraan buruh, pendidikan, serta kebijakan nasional dan daerah, Rabu (28/10).
Rangkaian aksi dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan konsentrasi massa di kawasan Titik Nol Kilometer, Kompleks Kepatihan (Kantor Gubernur DIY), serta Gedung DPRD DIY. Elemen massa seperti Aliansi Jogja Memanggil (AJM) dan Aliansi lainnya Bergerak melakukan long march dari titik kumpul menuju Titik Nol Kilometer dengan mengusung panggung aspirasi.
Dalam aksi tersebut, perwakilan aliansi menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:
1. Peningkatan Kesejahteraan Buruh: Menuntut penetapan Upah Minimum Regional di DIY sesuai standar Kebutuhan Hidup Layak sebesar Rp4,6 juta.
2. Penegakan Hukum & Transparansi: Mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida.
3. Pendidikan & Kesejahteraan Sosial: Menyoroti evaluasi kebijakan pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis.
4. Isu Lingkungan & Agraria: Menghentikan perampasan tanah, menghentikan eksploitasi alam, serta mendesak penetapan status Bencana Nasional untuk kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Aspirasi massa di depan Kantor Kepatihan diterima langsung oleh perwakilan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi. Pihak Pemda DIY mencatat seluruh poin aspirasi yang disampaikan untuk diteruskan sesuai dengan mekanisme administratif yang berlaku.
Guna menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan pusat kota, Satlantas Polresta Yogyakarta melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan di sepanjang Jalan Malioboro, Simpang Titik Nol Kilometer, serta jalur menuju Alun-Alun Utara. Jalur penerjunan pengamanan dari kepolisian dipastikan berlangsung dengan pendekatan persuasif dan humanis.












