Scroll untuk baca artikel
Berita

Apel Pagi Siaga Karhutla Kodim 0418/Palembang, Koramil 08/Sako Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

6
×

Apel Pagi Siaga Karhutla Kodim 0418/Palembang, Koramil 08/Sako Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kodim 0418/Palembang melalui Koramil 418-08/Sako melaksanakan apel pagi siaga karhutla, Minggu (27/9/2026) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Sako dan sekitarnya.

Apel siaga dipimpin oleh Peltu Vidie A.Batuut Koramil 08/Sako Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan alat dan perlengkapan (alkap) karhutla guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dalam pelaksanaan siaga hari ini, personel yang ditugaskan terdiri dari Peltu Kardi, Serka Deni H., Serka Suendi, dan Kopka Alek K.

Dari hasil pemantauan dan pelaporan hingga pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol (haljol) terkait karhutla atau kejadian lainnya di wilayah Koramil 418-08/Sako.

Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto,.S.Sos., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.

“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Personel di wilayah agar terus melakukan pemantauan dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran lahan, sehingga dapat dilakukan penanganan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk memastikan perlengkapan penanganan karhutla selalu dalam kondisi siap digunakan.

“Pengecekan personel dan peralatan secara rutin merupakan langkah penting agar ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan, seluruh unsur sudah siap bergerak,” tambahnya.

Kodim 0418/Palembang bersama jajaran Koramil akan terus meningkatkan pemantauan wilayah sebagai bagian dari langkah preventif dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.