Scroll untuk baca artikel
Bandung

Dalam Rangka Milad MUI Ke-51, MUI Kota Bandung Memberikan Seminar Pesantren Ke Seluruh Pondok Pesantren di Kota Bandung

13
×

Dalam Rangka Milad MUI Ke-51, MUI Kota Bandung Memberikan Seminar Pesantren Ke Seluruh Pondok Pesantren di Kota Bandung

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Bandung

Seiring berkembangnya zaman, di Era Revolusi Industri 4.0 dan maraknya AI dari berbagai sumber, Pondok Pesantren menjadi salah satu sasaran yang tidak lepas dari perkembangan Zaman.

Hal ini sudah banyak Pondok Pesantren yang Aktif di Bidang digital baik di Media Sosial maupun Web dan Platform tertentu, khususnya di Kota Bandung, Umumnya di seluruh Indonesia.

MUI Kota Bandung dengan di Hadiri 3 Narasumber mengundang Seluruh Pondok Pesantren di kota Bandung yang kurang lebih ada sekitar 93 Pondok Pesantren berdiri, untuk turut Hadir dalam Seminar Pesantren dengan Tema “Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan dan Da’wah dalam menjaga Nilai-nilai di Era Digital”

Acara ini di gelar pada kemarin Sabtu (01/08/2026), di Aula kantor MUI Kota Bandung yang beralamat di JL. Terminal Jl. Sadang Serang No.13, Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Materi yang di sampaikan dalam seminar ini terdapat 3 materi dengan Judul yang berbeda-beda dan narasumber yang berbeda pula, materi yang pertama adalah tentang Literasi Digital dan etika bermedia sosial dalam perspektif Islam, serta prinsip muamalah melalui media sosial kemudian materi yang kedua adalah tentang Metode-metode cara mengajar di pondok pesantren yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu metode Takamul atau metode integratif atau bisa di sebut dengan metode jaman dulu, meskipun sekarang sudah berkembangnya masa era digital, dan terakhir di tutup dengan materi tentang Tantangan Dakwah Islam di Era Media Sosial.

Harapan besar dari diadakannya seminar pesantren ini adalah menjadi kan Pondok Pesantren di kota Bandung menjadi Pondok Pesantren yang maju dan berkembang dengan memanfaatkan Media Sosial di Era digitalisasi dengan tidak meninggalkan pengajaran-pengajaran dan metode belajar Ulama terdahulu.

Tim Penulis: Asep Kirman & Syifa Fajar Qolbi, Bandung