PALEMBANG | DUTA BERITA NUSANTARA
DBN dan NIB Desak Patroli Terpadu Diaktifkan Kembali, Masyarakat Diminta Aktif Melapor dan Menjaga Lingkungan
Kebakaran lahan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di Kota Palembang dan wilayah sekitarnya. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, termasuk wilayah perbatasan Kabupaten Banyuasin dengan Kota Palembang,Selasa kemarin (12/10). Masih terdapat lahan yang terbakar terpantau oleh jurnalis DBN.
Imbasnya sampai hari ini Rabu,(13/10) asap masih menyelimuti kota Palembang dan sekitarnya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh mengendur.
Seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat terkait, dan pihak perusahaan perlu memperkuat kepedulian serta mengambil peran aktif untuk mencegah kebakaran berulang.
Pencegahan harus menjadi prioritas bersama, bukan sekadar respons setelah api membesar dan asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
JANGAN BIARKAN PEMBAKARAN LAHAN MENJADI KEBIASAAN
Pimpinan Umum Media Pers Online Duta Berita Nusantara (DBN), Kibagus Arfan Hasbullah, mengecam keras praktik pembakaran lahan yang dapat membahayakan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa yang berulang setiap musim kemarau. Diperlukan langkah pencegahan yang konsisten, pengawasan lapangan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berisiko menyebabkan api meluas, pembakaran dapat menghasilkan asap yang mengganggu pernapasan dan menurunkan kualitas udara.
DBN mendorong agar patroli terpadu di wilayah rawan kebakaran kembali diperkuat, disertai koordinasi antardaerah, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung antara Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
NUSANTARA HIJAU BERSATU: PENCEGAHAN MEMBUTUHKAN PERAN MASYARAKAT
Ketua Umum Nusantara Hijau Bersatu (NIB), Andi Samsul, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan, terutama di sekitar permukiman.
Ia mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan karhutla membutuhkan kerja bersama. Masyarakat perlu menjaga lingkungan, segera melaporkan indikasi kebakaran, serta tidak membiarkan pembakaran lahan berkembang menjadi aktivitas yang dianggap biasa.
Menurutnya tanpa kepedulian dan keterlibatan masyarakat, upaya mengatasi kebakaran dan persoalan asap akan sulit berjalan secara berkelanjutan.
CAMAT DAN APARAT WILAYAH PERLU TERUS MEMPERKUAT SOSIALISASI
DBN juga mengapresiasi langkah sosialisasi pencegahan pembakaran lahan yang telah disampaikan kepada perangkat wilayah. Sosialisasi mengenai larangan membakar lahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, disertai pengawasan dan tindakan nyata di lapangan.
Para lurah, kepala desa, ketua RT/RW, serta petugas terkait diharapkan aktif mengingatkan masyarakat dan segera meneruskan informasi apabila ditemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sosialisasi akan lebih efektif apabila diikuti pemetaan kawasan rawan, patroli rutin, kesiapan sarana pemadaman, serta saluran pelaporan yang mudah dijangkau masyarakat.
Seperti yang disampaikan oleh Camat Sako H. Rakhman Hidayat Pane, S.STP., dilaporkan turut hadir bersama unsur kepolisian, Babinsa, aparat kelurahan, dan petugas pemadam kebakaran,agar jangan sampai api melebar
” Semalam pemadam sudah dilakukan oleh tim pemadam kebakaran kota Palembang dibantu oleh masyarakat sekitar juga,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa daerah yang terbakar semalam lahan nya berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin tepatnya kecamatan talang kelapa.
” Secara letak geografis,lebih dekat penanganan nya mobil pemadam kota Palembang masuk melalui lorong sawit sematang borang,” jelasnya melalui komunikasi telepon.
Tidak hanya sosialisasi yang terus digaungkan,sistem keamanan terpadu masyarakat juga di tingkatkan.
Apabila melihat sesuatu yang mencurigakan segera amati dan laporkan kepada pihak terkait dalam hal ini Ketua RT/RW atau petugas di posko karhutla dimasing-masing wilayah yang ada di kota Palembang.
MASYARAKAT DIMINTA AKTIF MELAPOR
DBN mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan indikasi pembakaran lahan atau munculnya titik api. Informasi dapat segera disampaikan kepada ketua RT/RW, pemerintah kelurahan atau desa, petugas pemadam kebakaran, maupun posko karhutla setempat.
Pelaporan sebaiknya dilengkapi informasi lokasi dan waktu kejadian yang jelas. Masyarakat tidak perlu mendekati titik api atau mengambil tindakan berbahaya demi memperoleh bukti.
Apabila ditemukan dugaan pembakaran yang disengaja, penanganannya harus dilakukan melalui pemeriksaan dan proses hukum oleh pihak berwenang. Setiap dugaan perlu diverifikasi agar tidak menimbulkan tuduhan tanpa dasar.
ASAP BUKAN PERSOALAN SEPELE
Dampak kebakaran lahan tidak berhenti di lokasi kejadian. Asap dapat terbawa angin menuju kawasan permukiman, jalan raya, sekolah, tempat usaha, dan ruang aktivitas masyarakat lainnya.
Karena itu, upaya penanganan karhutla perlu mencakup pencegahan, pemadaman cepat, pemantauan kualitas udara, perlindungan kelompok rentan, serta penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat.
Pemerintah dan pihak terkait juga perlu melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas patroli, kesiapan petugas, koordinasi lintas wilayah, serta penggunaan sumber daya penanggulangan karhutla termasuk Bantuan terhadap masyarakat disekitar lahan yang terbakar.
Karena asap sangat menggangu kesehatan masyarakat di sekitar lahan yang terbakar.
JANGAN NORMALISASIKAN PEMBAKARAN LAHAN!
DBN menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada pembiaran terhadap praktik pembakaran lahan yang membahayakan masyarakat.
Seluruh pihak diharapkan memperkuat pencegahan dan pengawasan, khususnya di wilayah rawan kebakaran serta kawasan perbatasan Banyuasin dan Kota Palembang. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai dari upaya mencegah api menyala.
Jaga Palembang. Jaga Sumatera Selatan. Jaga Indonesia.
Duta Berita Nusantara (DBN)
Fakta • Berani • Terpercaya












