Palembang

Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Satkamling 2026, Padukan Teknologi dan Gotong Royong Kawal Keamanan Nasional

5
×

Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Satkamling 2026, Padukan Teknologi dan Gotong Royong Kawal Keamanan Nasional

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | PALEMBANG

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Mapolda Sumsel, Rabu, 10 Juni 2026.

Mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel sebagai simbol kebangkitan kembali semangat Satkamling sebagai garda terdepan pengamanan lingkungan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polda Sumsel, serta peserta dari seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Sebanyak 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida. Sebanyak 100 peserta hadir secara langsung di Mapolda Sumsel, sementara 1.600 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara virtual dari Polres jajaran. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan keamanan berbasis komunitas.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mendorong transformasi Satkamling menjadi pusat deteksi dini gangguan keamanan yang memanfaatkan teknologi digital seperti CCTV lingkungan, sistem pelaporan cepat, serta integrasi dengan layanan Call Center Polri 110. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program Presisi Polri yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Selain penguatan teknologi, pelatihan juga menanamkan kembali nilai-nilai sosial berupa kepedulian lingkungan, silaturahmi antarwarga, serta budaya gotong royong sebagai fondasi utama menjaga keamanan lingkungan. Filosofi tersebut tercermin dalam rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” dengan simbol kesiapsiagaan 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.

Revitalisasi Satkamling dinilai memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, ketahanan sosial masyarakat, serta stabilitas pembangunan daerah. Lingkungan yang aman akan menciptakan ruang yang kondusif bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan bukan hanya milik Polri, keamanan adalah milik kita bersama dan merupakan hak seluruh masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat harus terus diperkuat. Teknologi memang membantu mempercepat deteksi dan respons, tetapi nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan lingkungan,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Satkamling saat ini telah berkembang menjadi bagian penting dalam sistem keamanan modern yang mengedepankan sinergi antara masyarakat dan teknologi.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Revitalisasi Satkamling merupakan langkah konkret membangun sistem keamanan yang responsif, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan aktif warga, deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas akan semakin efektif,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Selain menghadirkan pemateri internal Polri, pelatihan ini juga melibatkan narasumber lintas sektoral guna memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan keamanan lingkungan, pemanfaatan teknologi, mitigasi potensi konflik sosial, serta strategi membangun ketahanan masyarakat di era digital.

Melalui pelatihan ini, Polda Sumatera Selatan berharap seluruh anggota Satkamling mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, memperkuat budaya kepedulian sosial, meningkatkan kewaspadaan kolektif, serta mendukung terwujudnya cita-cita “Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan ketahanan nasional.