Duta Berita Nusantara | Palembang, 5 Juni 2026
Masjid Al Fathul Akbar, Simpang Flyover Jakabaring, dipenuhi jamaah yang melaksanakan salat Jumat. Pada kesempatan tersebut, Drs. Mgs. KH. Ahmad Fathoni Umrie, M.Si, menyampaikan khotbah dengan mengambil hikmah dan faedah pasca perayaan Idul Adha 1447 H.
Dalam penyampaiannya, Khatib mengingatkan bahwa makna Idul Adha tidak berhenti pada penyembelihan hewan kurban semata. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, menjadi pelajaran agung tentang ketaatan mutlak kepada Allah SWT serta keikhlasan dalam beribadah.
“Setelah Idul Adha berlalu, mari kita evaluasi: apakah pengorbanan yang kita lakukan hanya sebatas menyembelih hewan, ataukah telah mengubah sikap dan perilaku kita sehari-hari?” tanya beliau kepada jamaah.
Beliau menjelaskan beberapa faedah utama yang dapat diambil pasca Idul Adha:
1. Mengutamakan Ketaatan di Atas Keinginan Diri – Seperti Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan apa yang dicintainya demi perintah Allah, umat muslim diajak untuk mendahulukan perintah agama di atas hawa nafsu.
2. Memperkuat Rasa Sosial dan Berbagi – Kurban mengajarkan untuk berbagi rezeki kepada yang membutuhkan, sehingga terjalin persaudaraan yang erat antar sesama manusia.
3. Membangun Ketabahan dan Keikhlasan – Nilai pengorbanan melatih seseorang untuk teguh dalam kebaikan dan ikhlas dalam beramal, tanpa mengharapkan pujian sesama.
4. Meningkatkan Kualitas Iman dan Takwa – Idul Adha menjadi momentum untuk memperbarui komitmen mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan.
Di akhir khotbahnya, beliau berpesan agar semangat pengorbanan dan kebaikan yang tumbuh saat Idul Adha dapat terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi amal jariyah yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Salat Jumat berjalan tertib dan khidmat, diikuti doa penutup agar seluruh umat senantiasa diberikan kekuatan iman dan kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai luhur agama.














