Agama

Khutbah Idul Adha 1447 H Di Mushola Tanwiril Ghafilin, Ustadz Kgs Fariz Muammar S.Ag : ” Membangun Jiwa Berqurban “

7
×

Khutbah Idul Adha 1447 H Di Mushola Tanwiril Ghafilin, Ustadz Kgs Fariz Muammar S.Ag : ” Membangun Jiwa Berqurban “

Sebarkan artikel ini

Palembang|Duta Berita Nusantara

Setiap kali mendekati bulan Zulhijah, umat Islam. Diingatkan pada sebuah ibadah agung yang sarat akan nilai spiritual dan sosial, yakni ibadah Qurban.

Qurban bukanlah sekedar ritual penyembelihan hewan, melainkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT.

Kata ” Qurban” berasal dari bahasa Arab Qaruba- yaqrubu yang berarti dekat atau mendekatkan diri, maka Hakikat dari berkurban adalah upaya seorang hamba, untuk mendekatkan diri Kepada Allah guna meraih Rida-Nya, sekaligus membuktikan ketaatan secara total

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Kgs M Fariz Muammar dalam Khutbah Hari Raya Idul Adha di Mushola Tanwiril Ghafilin Jalan Sultan M Mansyur 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, sebagaimana tertulis dalam Alquran surah Al-Hajj ayat 37 dijelaskan oleh Allah bahwa Daging (Hewan qurban) dan darahnya itu, sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, sementara yang sampai kepada Allah adalah Ketaqwaan dari Hambanya.

Poto: Ustadz Kgs Fariz Muammar.S.Ag

” Ayat ini menegaskan, bahwa inti dari ibadah Qurban adalah Ketaqwaan, Allah tidak membutuhkan daging atau darah hewan yang disembelih, melainkan keikhlasan. Dan ketulusan dari hati mereka yang berkurban dalam menjalankan perintah Allah ” ujar Muammar

Dia juga menjelaskan, bahwa Ibadah berkurban tersebut sekaligus sebagai Ujian keimanan, sejauh mana kita mampu mengikhlaskan sebagian harta kita demi melaksanakan perintah Allah.

” Jiwa berkurban yang tulus dan ikhlas, akan melahirkan dua dimensi ke salehan sekaligus, yakni kesalehan Individual dan Kesalehan sosial ” katanya.

Ustadz Muammar juga mengajak para Jamaah Sholat Idul Adha untuk merenungkan tentang Harta yang dimiliki.

” Harta yang kita miliki di dunia ini, kelak di akhirat akan menjadi saksi bagi kita, apakah Harta tersebut digunakan untuk berbuat kebaikan, atau justru akan menjadi beban hisab yang melalaikan ” tegasnya.

Diperjelasnya, bahwa Harta yang disedekahkan atau dikurbankan di Jalan Allah, maka itulah yang sebenarnya kekal, dan akan menjadi tabungan amal kita di hari pembalasan.

” Dikesempatan ini saya mengajak kita semua, untuk membersihkan hati kita dari sifat kikir dan membersihkan harta kita di jalan Allah, semoga Allah melapangkan Rezeki kita dan memberikan kita kemampuan serta kemudahan untuk menunaikan ibadah Qurban ” ungkapnya.