Scroll untuk baca artikel
AgamaBerita

Khutbah Jum’at Ustadz Abdul Somad,M.Pdi : Ujian Kaum Quraisy Dan Pendeta Yahudi Madinah Kepada Nabi Muhammad SAW

5
×

Khutbah Jum’at Ustadz Abdul Somad,M.Pdi : Ujian Kaum Quraisy Dan Pendeta Yahudi Madinah Kepada Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Peristiwa Penting dalam sejarah Kerasulan Nabi Muhammad SAW saat Beliau berada di Makkah, menjadi Bukti Otentik kebenaran ke-Nabian Beliau, sekaligus menjadi latar belakang turunnya Surat Al-Kahfi.

Ketika Dakwah Rasulullah SAW mulai berkembang di Makkah, kaum musyrikin Quraisy merasa resah, mereka mencari cara untuk menjatuhkan kredibilitas Nabi Muhammad SAW, maka di utuslah Nadr bin al-Harits dan Ubah bin Abi Mu’ait ke Madinah, untuk menemui para pendeta Yahudi.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad M.Pdi dalam khutbah Jumatnya tanggal 30 Oktober 2026 di Masjid Al Multazam RT 46 RW 07 Kalidoni.

Dikatakannya, Kaum Quraisy tahu bahwa orang-orang Yahudi adalah Ahli Kitab yang mengerti tentang sejarah para Nabi terdahulu.

Dihadapan para Pendeta Yahudi, Kaum Quraisy ini kemudian menceritakan keresahan mereka dan bermaksud menjatuhkan kredibilitas Nabi Muhammad SAW.

Setelah mendengar cerita kaum Quraisy tersebut, kemudian para Pendeta Yahudi Madinah ini memberikan siasat, mereka berkata, Tanyakanlah kepada Muhammad tentang Tiga hal, jika dia bisa menjawab, maka dia adalah seorang Nabi yang diutus, namun jika tidak bisa, maka dia hanyalah seorang pembual.

” Tiga pertanyaan tersebut adalah kisah Ashabul Kahfi, kemudian tentang Raja Zulkarnain serta tentang Hakikat Ruh, kemudian ketiga utusan Quraisy ini kembali ke Makkah dan menemui Rasulullah SAW, mereka mengajukan tiga pertanyaan tersebut, dan saat itu Rasulullah dengan penuh keyakinan mengatakan akan memberikan jawabannya pada keesokan harinya, tanpa mengucapkan kalimat Insyaallah, ” ujar ustadz Abdul Somad.

Lebih lanjut dijelaskannya, karena Nabi Muhammad SAW saat itu lupa mengucapkan kata Insyaallah, maka Allah SWT memberikan pelajaran tauhid yang amat berharga kepada Beliau, dimana Wahyu dari Allah yang diharapkan turun pada keesokan harinya, ternyata tertunda selama lima belas hari.

” Selama lima belas hari tersebut, Nabi Muhammad SAW mengalami tekanan batin yang luar biasa, kaum kafir Quraisy mulai mencemooh, mengejek dan menuduh bahwa Allah telah meninggalkan Nabi Muhammad SAW, Namun setelah lima belas hari berlalu, turunlah malaikat Jibril membawa Wahyu dari Allah SWT, dengan Menurunkan surat Al-Kahfi dan surat Al-Isra ,” Katanya.

Dikatakannya, dalam Surat Al-Kahfi ayat 9-26 dijelaskan bahwa Mereka adalah sekelompok Pemuda beriman, yang melarikan diri dari Raja Zalim untuk menjaga Aqidah mereka.

” Para Pemuda tersebut kemudian bersembunyi didalam sebuah Gua, dan Allah menidurkan mereka selama 309 hari, dan ini merupakan salah satu bukti Kekuasaan Allah atas hari kebangkitan ” jelas Ustadz Abdul Somad.

Sementara untuk Pertanyaan kedua tentang Raja Zulkarnain dijelaskannya, bahwa Allah SWT menjawab pertanyaan tersebut dalam surat Al-Kahfi ayat 83-98.

” Dalam Surat tersebut Allah menjelaskan, bahwa Zulkarnaen adalah seorang Raja yang Shaleh dan diberikan kekuasaan serta kekuatan oleh Allah SWT untuk menjelajahi bumi, Raja Zulkarnaen menegakkan keadilan di barat dan timur, serta membangun dinding besi Raksasa untuk mengurung bangsa Ya’juj dan Ma’juj ” ucapnya.

Selanjutnya mengenai pertanyaan ketiga dari para Pendeta Yahudi tentang Hakikat Ruh, Allah SWT menjelaskannya dalam surat Al-Isra ayat 85 yang artinya ” Dan Katakanlah ketika mereka bertanya padamu tentang Ruh, maka Katakanlah Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit, “.

” Jawaban ini justru mematahkan kesombongan intelektual para pendeta Yahudi, sekaligus menjelaskan bahwa ilmu manusia sangatlah terbatas, ” ujarnya.

Di Akhir Khutbah Jumatnya, Ustadz Abdul Somad Mengajak semua Jamaah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi semua larangannya.

” Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dari rencana kita esok hari, oleh karena itu Sandarkanlah diri kita hanya kepada Allah SWT, teguhkan selalu Iman kita dan jangan sombong serta takabur, karena Allah Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui ,” ungkapnya.

(Yuliardi)