Palembang | Duta Berita Nusantara
Dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-65 tanggal 14 Agustus Tahun 2026, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, tadi Malam Kamis 13 Agustus melaksanakan tradisi Ulang Janji bagi Pramuka Dewasa, di Bumperta Cibubur Jakarta Timur.
Menurut keterangan Humas Info dan Publikasi Kegiatan Jamnas XII tahun 2026 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Satrya Candra Kiawan, S.Kom, yang dihubungi Media Duta Berita Nusantara pada hari Kamis 13 Agustus 2026 mengatakan, tujuan dilaksanakannya Ulang Janji tersebut adalah untuk merenungi kembali, apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan kedepan dalam Gerakan Pramuka.
” Acara Renungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwarnas Pramuka Kakak Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso, dan dalam amanatnya tadi, beliau menyampaikan renungan tentang sejarah kepramukaan di Indonesia ” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam amanat Ketua Kwarnas tersebut dikatakan, bahwa Gerakan Pramuka memposisikan diri sebagai Pilar Ketiga dalam tiga pilar sistem Pendidikan Nasional di Indonesia.
” Ketiga Pilar Pendidikan Nasional yang dimaksud adalah Pendidikan di Keluarga, Pendidikan disekolah dan Pendidikan di Masyarakat, hal ini sesuai dengan Kepres Nomor 238 tahun 1961, yang menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional, selain Pendidikan Keluarga dan Pendidikan Formal di sekolah, harus dilakukan juga jalan melalui Kepanduan ” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Tugas Gerakan Pramuka, adalah untuk membina anak, remaja dan Pemuda Indonesia agar menjadi Generasi yang cinta tanah air, berkecakapan hidup, berkarakter sehingga mampu menjalankan Indonesia.
” Untuk itulah, dibutuhkan ke ikhlasan dan kecintaan terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai orang dewasa dalam Gerakan Pramuka ” ucapnya.
Hadir dalam acara Renungan tersebut, para Pengurus Majelis Pembimbing se- Indonesia, Para Andalan, Pimpinan Saka, Instruktur Saka, serta Pamong Saka
” Tugas orang Dewasa dalam Gerakan Pramuka adalah menjaga Gerakan Pramuka agar tetap pada Khitahnya sebagai Gerakan Pendidikan ” ungkap Satrya Candra.
(Yuliardi)













