Palembang | Duta Berita Nusantara
Muhasabah adalah meneliti perbuatan kita pada masa lalu dan masa kini, apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk.
Dengan Muhasabah diri, maka perbuatan baik dimasa lalu bisa ditingkatkan pada masa depan, baik kualitasnya maupun kuantitasnya.
Dengan Bermuhasabah, perbuatan buruk pada masa lalu, tidak perlu diulangi pada masa yang akan datang, sehingga hari esok kita dapat lebih baik lagi.
Hal diatas disampaikan oleh Ustad M.Syah Malik Iltizam Mutaef, pada khutbah Jumatnya di Masjid Al Multazam yang berlokasi di Kalidoni RT 46 RW 07, Jumat 10 Juli 2026.
Dikatakan oleh Ustad M Syah Malik Iltizam, ada tiga makna penting yang terkandung dalam proses Muhasabah, yang pertama, orang yang rajin melakukan Muhasabah sesungguhnya merupakan sosok pembelajar.
” Kita dituntut untuk menjadi pembelajar sejati sepanjang hayat, karena banyak kisah dalam Alquran yang dapat dijadikan bahan pelajaran ” ujarnya.
Diperjelasnya, sosok pembelajar sejati adalah sosok yang selalu berfikir dan berfikir, sehingga mampu mengakumulasi ilmu yang didapatkan untuk diamalkan.
” Itulah mengapa Allah SWT meningkatkan derajat orang-orang yang berilmu, tidak lain karena orang-orang yang berilmu inilah, yang diharapkan bisa terus menebar Rahmat dimuka bumi ” katanya.
Dilanjutkannya, Muhasabah yang kedua mengandung makna perlunya orientasi pada masa depan.
” Tujuan evaluasi diri adalah untuk lebih baik dimasa depan, yakni masa depan di dunia dan di akhirat, sebagaimana tertuang dalam surat Al-Hasyr ayat 18, dan itu merupakan fondasi tentang visi masa depan ” tuturnya
Di akhir Khutbahnya, Ustad M Syah Malik Iltizam Mutaef mengatakan bahwa dunia adalah jembatan menuju akhirat, karena itu kehidupan dunia pun tidak boleh ditinggalkan
” Kehidupan di dunia harus tetap kita jalankan, namun Saya mengajak semua jamaah, termasuk diri saya sendiri, mari kita selalu Bermuhasabah,untuk melakukan intropeksi terhadap apa yang telah kita lakukan di dunia selama ini, terutama perbuatan buruk, dan segeralah bertobat dan mintalah ampun kepada Allah SWT ” pungkasnya.













