Palembang |Duta Berita Nusantara
Iman Bukanlah sekedar Ucapan di Lisan yang mudah diucapkan , tetapi hakikatnya adalah cahaya yang bersemayam dalam hati serta diwujudkan dalam amal perbuatan sehari hari.
Seseorang yang benar benar beriman kepada Allah, tidak cukup hanya berkata ” Saya beriman” melainkan membuktikan keimanannya melalui ketaatan kepada Allah dengan cara menjauhi laranganNYA dan berakhlak mulia terhadap sesama manusia.
Hal diatas disampaikan oleh Ustadz Daud Saher SIP, MIP pada khotbah Jumat di Masjid Baiturrahman Jalan Sungai Itam Gg Angkatan 66 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang pada hari Jumat 15 Mei 2026.
Dikatakannya, bahwa Iman itu memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan yang tertinggi adalah mengucapkan kalimat ” Laillahaillallah “, sementara Iman yang terendah adalah memiliki rasa malu.
” Hal ini mengajarkan kepada kita, bahwa Iman mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari Akidah didalam hati, ucapan di Lisan, hingga Amal nyata dalam perbuatan ” ujarnya

Dia juga menjelaskan, tidaklah cukup bagi seseorang yang mengaku beriman, jika hanya berpegang pada satu sisi saja
” Iman itu bersifat dinamis, dapat bertambah dengan ketaatan serta dapat berkurang karena kemaksiatan, oleh karena itu hendaknya Iman kita tidak hanya berhenti pada lisan semata, tanpa menembus ke hati dan tercermin dalam amal ” katanya.
Disisi lain Ustadz Daud Saher juga mengatakan, sangat disayangkan jika seseorang hanya fasih dalam mengucap ” Laillahaillallah ” namun masih terus bermaksiat, berbohong, berkhianat atau zalim kepada sesama.
” Itu adalah tanda jika imannya belum kokoh didalam hati, oleh karena itu, saya mengajak kita semua, untuk senantiasa memperbaharui Iman kita dengan memperbanyak Dzikir, memperdalam Ilmu Agama, meningkatkan amal shaleh dan memperbaiki Akhlak ” tegasnya.
Di akhir khotbahnya Ustadz Daud Saher mengatakan, bahwa Iman yang Hidup, akan menuntun hati menjadi tenang, langkah menjadi ringan, dan hidup penuh keberkahan.
” Iman adalah benteng kokoh yang melindungi hati dan jiwa kita dari segala tipu daya dunia dan godaan setan, dan orang yang beriman akan senantiasa memiliki ketenangan hati, karena dia menggantungkan seluruh harapan dan hidupnya dengan bersandar kepada Allah SWT.













