Duta Berita Nusantara | JAKARTA
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya periode peralihan musim menuju dominasi Monsun Australia.
Peralihan ini ditandai dengan perubahan pola angin dari Monsun Asia ke Monsun Australia yang menjadi indikator pergeseran menuju musim kemarau. Dalam fase transisi ini, kondisi atmosfer cenderung labil sehingga berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan, faktor seperti kelembapan udara yang masih tinggi, aktivitas gelombang atmosfer, serta dinamika sirkulasi angin turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Seiring kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga jalan licin yang berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem,” demikian imbauan BMKG.
Sementara itu, informasi terkait potensi cuaca ini juga dibagikan melalui media sosial dan menjadi perhatian publik. Berikut unggahan terkait:
Sumber tambahan (Instagram):
https://www.instagram.com/p/DWiS5GnD5oT/?igsh=Zm5uN2owZm1jNDd4�
www.BMKG.co.id
Adapun berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode April hingga Juni 2026.
Sumber: BMKG














