BeritaPalembang

Musala Al-Warti Gelar Khotbah Idul Adha 1447 H, Ustadz Beny: Teguhkan Semangat Kurban, Rawat Alam dan Kemanusiaan

8
×

Musala Al-Warti Gelar Khotbah Idul Adha 1447 H, Ustadz Beny: Teguhkan Semangat Kurban, Rawat Alam dan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | PALEMBANG

Suasana penuh khidmat dan keberkahan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi di Musala Al-Warti, Selasa (27/5/2026). Usai pelaksanaan shalat sunnah dua rakaat, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian khotbah yang dibawakan langsung oleh Ustadz Beny, S.Pd.I, mengangkat tema besar: “Meneguhkan Spirit Kurban; Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Dalam khotbahnya yang menyentuh hati, Ustadz Beny mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk merenungi makna hakiki Idul Adha, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen untuk memperteguh kembali semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial sebagaimana teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘Alaihimas Salam.

“Idul Adha mengajarkan kita bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar yang mampu kita ikhlaskan. Hewan yang kita kurbankan, darah yang mengalir, bukanlah yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati kita,” tegas Ustadz Beny mengutip QS. Al-Hajj ayat 37.

Ia menegaskan, semangat kurban harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan: berkurban harta untuk berbagi, berkurban waktu untuk keluarga dan tetangga, hingga berkurban ego demi persatuan. Di tengah tantangan zaman dan kerusakan lingkungan saat ini, ibadah kurban juga mengandung pesan luhur untuk menjaga alam semesta. Penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang baik, bersih, manusiawi, dan tidak merusak lingkungan, sesuai perintah Allah untuk tidak berbuat kerusakan di bumi.

“Merawat alam adalah bagian dari iman. Jangan sampai Idul Adha dirayakan, namun sampah berserakan dan lingkungan tercemar. Islam mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, bahkan terhadap hewan yang akan disembelih,” tambahnya.

Ustadz Beny juga mengingatkan makna sosial kurban: daging hewan yang dibagikan adalah wujud nyata pemerataan kasih sayang, agar tidak ada tetangga yang kelaparan, anak yatim yang terabaikan, atau warga kurang mampu yang merasa terpinggirkan. Semangat inilah yang harus hidup terus menerus, tidak hanya setahun sekali.

Selesai khotbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban yang telah disiapkan oleh panitia. Sebagaimana telah direncanakan, tahun ini Musala Al-Warti berkurban sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Eko Suprianto, memimpin jalannya persiapan, sementara proses penyembelihan dipimpin langsung oleh Ketua Musala Al-Warti, Bapak Maulana, didampingi tim petugas yang berkompeten.

Daging hasil kurban kemudian dibagikan secara merata kepada warga sekitar, keluarga kurang mampu, anak yatim, dan janda. Kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus mewujudkan pesan khotbah untuk menjadi masyarakat yang saling menguatkan, berbagi, dan peduli lingkungan.

Para jamaah mengaku sangat terkesan dengan isi khotbah yang disampaikan Ustadz Beny, yang mengajak tidak hanya menjalankan ritual, tetapi menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Musala Al-Warti kembali membuktikan diri sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial yang menyatukan hati masyarakat.