Agama

Kajian Subuh Ustad Zulkifni S.Ag : ” Mengenal Najis Dalam Ilmu Fiqih Dan Cara Menyucikannya “

7
×

Kajian Subuh Ustad Zulkifni S.Ag : ” Mengenal Najis Dalam Ilmu Fiqih Dan Cara Menyucikannya “

Sebarkan artikel ini

Palembang l Duta Berita Nusantara

Secara bahasa, Najis berarti segala sesuatu yang dianggap kotor meskipun suci, bila berdasarkan harfiah, maka apapun yang dianggap kotor masuk dalam katagori barang najis, seperti ingus, air ludah, air sperma dan lain sebagainya.

Sementara itu dalam istilah ilmu Fiqih, najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor, yang tidak sahnya ibadah sholat.

Hal tersebut diatas disampaikan oleh Ustad Zulkifni S.Ag Dalam Kajian Subuh Minggu 5 Juli 2026 di Masjid Al Multazam Kelurahan Kalidoni Kota Palembang.

Dalam penjelasannya, Ustad Zulkifni S.Ag Mengatakan, didalam fiqih, najis dikelompokkan dalam 3 kategori, yakni najis Mughalladhah, Mukhaffafah dan Mutawassithah.

” Najis itu ada 3 macam, mughalladhah,Mukhaffafah dan Mutawassithah, najis mughalladhah adalah najisnya anjing dan babi, Najis Mukhaffafah adalah najis kencing bayi laki laki yang belum makan, selain Air susu ibu dan usianya belum dua tahun, sedangkan najis Mutawassithah adalah jenis najis lainnya ” ujarnya.

Diperjelasnya, ketiga katagori najis tersebut masing masing memiliki cara tersendiri untuk menyucikannya.

” Bagaimana cara menyucikan ketiga najis tersebut, maka sebelumnya perlu diketahui dulu istilah Najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah ” katanya.

Lebih diperjelasnya, Najis ‘ainiyah adalah najis yang memiliki warna, bau dan rasa, sedangkan najis hukmiyah adalah najis yang tidak memiliki warna, bau dan rasa.

” Dengan kata lain, Najis ‘ainiyah adalah najis yang masih ada wujudnya, sedangkan najis hukmiyah adalah najis yang sudah tidak ada wujudnya, namun secara hukum masih termasuk hukum najis ” ujar Ustad Zulkifni.

Dikatakannya, adapun tata cara menyucikan najis adalah sebagai berikut, untuk najis mughalladhah dapat disucikan dengan cara membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali basuhan, dimana salah satunya dicampur dengan debu

” Namun yang harus diingat, sebelum dibasuh dengan air, terlebih dahulu dihilangkan wujud ‘ainiyah atau wujud najisnya, selanjutnya untuk menghilangkan dan menyucikan tempatnya, barulah dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali, dimana salah satunya dicampur dengan debu ” jelasnya.

Sementara untuk najis Mukhaffafah yang merupakan air kencing bayi laki laki yang baru minum Air Susu Ibu, maka dapat disucikan dengan cara memberikan air ketempat yang terkena najis.

” Ingat, cara memberikan air ini harus dengan percikan yang kuat, dan air mengenai seluruh tempat yang terkena najis ” tegasnya.

Dari pantauan awak media Duta Berita Nusantara, kegiatan kajian Subuh ini cukup diminati oleh para jamaah, yang ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama.