Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatanNasional

Mengapa Kita Selalu Menunda Hidup Sehat?

9
×

Mengapa Kita Selalu Menunda Hidup Sehat?

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Jakarta

Mengapa Kita Selalu Menunda Hidup Sehat?

Oleh : Sandri Justiana

“Tubuh tidak pernah menunda pekerjaannya menjaga kita. Mengapa kita justru sering menunda menjaganya?”

Hampir semua orang tahu apa yang harus dilakukan agar tetap sehat.

Tidur lebih awal.

Minum air putih yang cukup.

Berjalan kaki lebih banyak.

Mengurangi makanan yang terlalu manis atau terlalu banyak lemak.

Ironisnya, mengetahui tidak selalu berarti melakukan.

Bukan karena kita tidak peduli.

Melainkan karena kita sering merasa masih punya waktu.

“Nanti kalau pekerjaan sudah lebih ringan.”

“Nanti kalau anak-anak sudah besar.”

“Nanti kalau sudah tidak terlalu sibuk.”

“Nanti kalau usia mulai bertambah.”

Kata “nanti” terdengar sederhana.

Namun tanpa disadari, ia sering menjadi alasan paling halus untuk menunda kebiasaan baik.

Tubuh Tidak Hidup di Masa Depan

Yang menarik, tubuh tidak mengenal kata nanti.

Tubuh hanya mengenal hari ini.

Setiap hari ia harus memompa darah.

Mengatur pernapasan.

Menghasilkan energi.

Memperbaiki jaringan yang rusak.

Melindungi kita dari berbagai ancaman yang tidak terlihat.

Ia tidak pernah berkata,

“Hari ini saya libur dulu.”

Tubuh terus bekerja.

Sayangnya, kita sering baru memperhatikannya ketika ia mulai memberi tanda.

Padahal, kesehatan tidak hilang dalam satu malam.

Ia perlahan berubah mengikuti pilihan-pilihan kecil yang kita ulang setiap hari.

Perubahan Besar Selalu Berawal dari Kebiasaan Kecil

Banyak orang membayangkan hidup sehat harus dimulai dengan perubahan besar.

Olahraga dua jam.

Diet yang ketat.

Bangun pukul empat pagi.

Padahal perubahan yang bertahan biasanya lahir dari langkah yang jauh lebih sederhana.

Segelas air putih setelah bangun tidur.

Berjalan kaki sepuluh menit.

Tidur tiga puluh menit lebih awal.

Makan satu porsi sayur tambahan.

Kebiasaan kecil mungkin tampak sepele.

Namun ketika dilakukan setiap hari, ia menjadi investasi yang nilainya terus bertambah.

Sama seperti menabung. Bukan satu kali setoran besar yang paling menentukan, melainkan setoran kecil yang dilakukan secara konsisten.

Yang Menjaga Kesehatan Bukan Motivasi

Banyak orang menunggu motivasi.

Padahal motivasi datang dan pergi.

Ada hari ketika kita penuh semangat.

Ada hari ketika kita ingin menunda semuanya.

Kalau hidup sehat hanya bergantung pada motivasi, maka ia akan berhenti ketika semangat menghilang.

Yang membuat seseorang bertahan justru adalah kebiasaan.

Kebiasaan membuat pilihan baik tetap dilakukan, bahkan ketika suasana hati sedang tidak mendukung.

Kebiasaan Mengikuti Identitas

Ada satu hal yang menarik dari ilmu perilaku.

Kita cenderung bertindak sesuai dengan cara kita memandang diri sendiri.

Seseorang yang melihat dirinya sebagai pembaca akan lebih mudah meluangkan waktu membaca.

Seseorang yang menganggap dirinya peduli lingkungan akan lebih mudah membawa botol minum sendiri.

Begitu pula dengan kesehatan.

Ketika seseorang mulai berkata, “Saya adalah orang yang menjaga kesehatan,” maka pilihan-pilihannya akan mengikuti identitas tersebut.

Ia berjalan kaki bukan karena dipaksa.

Ia minum air putih bukan karena sedang diet.

Ia beristirahat cukup bukan karena ada yang mengingatkan.

Ia melakukannya karena itulah dirinya.

Rutinitas Selalu Memiliki Teman Perjalanan

Perjalanan hidup sehat tidak harus dijalani sendirian.

Sebagian orang merasa terbantu dengan teman berolahraga.

Sebagian lagi menggunakan jam tangan pintar untuk mengingatkan aktivitas.

Ada pula yang memilih dukungan dari bahan-bahan alami sebagai bagian dari rutinitas menjaga kesehatan.

Yang penting dipahami, semua itu adalah teman perjalanan.

Bukan pengganti perjalanan itu sendiri.

Fondasinya tetap sama.

Tidur yang cukup.

Makanan bergizi.

Tubuh yang aktif.

Pikiran yang lebih tenang.

Dan bila diperlukan, dukungan tambahan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.

Menghargai Kehidupan

Pada akhirnya, hidup sehat bukan tentang mengejar usia yang panjang semata.

Ia adalah cara kita menghargai kehidupan yang sedang kita jalani.

Setiap pilihan kecil hari ini adalah hadiah bagi diri kita di masa depan.

Mungkin kita tidak langsung merasakan hasilnya besok.

Namun tubuh akan mengingat setiap kebiasaan yang kita ulang dengan setia.

Karena itu, jangan menunggu hari Senin.

Jangan menunggu awal bulan.

Jangan menunggu tahun baru.

Apalagi menunggu tubuh memberi tanda.

Mulailah hari ini.

Sebab tubuhmu tidak pernah menunda pekerjaannya menjagamu.

Kini, giliranmu untuk tidak menunda menjaganya.