Scroll untuk baca artikel
Agama

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Az-Zaitun Darussalam Kalidoni

9
×

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Az-Zaitun Darussalam Kalidoni

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Bulan Maulid merupakan salah satu bulan yang membahagiakan bagi umat Islam. Pada bulan tersebut, umat Muslim kembali mengenang kelahiran Rasulullah SAW, Nabi Akhir Zaman yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial atau perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merenungkan kembali suri teladan agung yang terdapat dalam diri Rasulullah SAW.

Allah SWT mengutus Rasulullah SAW sebagai penyempurna akhlak manusia sekaligus menjadi suri teladan bagi seluruh umat Islam. Karena itu, karakter dan sifat utama Rasulullah SAW yang dikenal dengan Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah patut diketahui, dipahami, serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Jamalullail Al-Chudhory dalam ceramahnya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Mushola Az-Zaitun Darussalam, Jalan H. Azhari, Lorong Chandra Kirana/Lorong Keluarga, RT 37 RW 07, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sabtu malam, 5 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut diawali dengan penampilan Hadroh Remaja Masjid Al-Hidayah Kalidoni. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Nasional Ustadz M. Husni Thamrin, S.Sos.

Dalam ceramahnya, Ustadz Jamalullail mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar acara seremonial ataupun perayaan tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik balik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Jadikanlah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum, titik balik bagi kita untuk meneladani sifat Rasulullah dan memperbaiki akhlak kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak kaum Muslimin dan Muslimah yang hadir untuk menjadikan pribadi Rasulullah SAW sebagai panduan utama dalam menjalani kehidupan, baik di tengah keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa.

“Nabi berjuang sepanjang hidup untuk umatnya. Mari kita berjuang pula untuk meneladani beliau. Jika kita ingat Rasulullah, maka bershalawatlah dan segeralah perbaiki diri,” katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Jamalullail menyampaikan bahwa umat Islam patut senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena telah mengutus Rasulullah SAW sebagai Nabi dan teladan bagi umat manusia.

Menurutnya, Rasulullah SAW diutus ke dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW serta mengikuti petunjuk dan ajaran beliau.

“Perbanyaklah bershalawat kepada Nabi, ikuti petunjuknya jika ingin mendapatkan syafaat di hari akhir,” tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Az-Zaitun Darussalam Kalidoni tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa religius.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para alim ulama setempat, pendiri Mushola Az-Zaitun Darussalam, serta PT Pusri Palembang.