BeritaKesehatanPalembang

“Edukasi Kesehatan di RS Mohammad Hoesin: Cegah Komplikasi Diabetes Sejak Dini”

6
×

“Edukasi Kesehatan di RS Mohammad Hoesin: Cegah Komplikasi Diabetes Sejak Dini”

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Palembang

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional, sebuah kegiatan edukasi kesehatan digelar di Taman Edukasi RS Mohammad Hoesin pada Kamis (16/04). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes serta pentingnya pencegahan komplikasi melalui penerapan pola hidup sehat.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes dan pentingnya pencegahan komplikasi terus digencarkan melalui edukasi kesehatan. Dalam kegiatan ini, para ahli menekankan pentingnya mengenali risiko sejak dini serta menerapkan pola hidup sehat untuk mengendalikan penyakit diabetes.

Narasumber dalam kegiatan ini, Dr. dr. Yulianto Kusnadi, Sp.PD., K-EMD, menjelaskan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. “Banyak pasien datang dalam kondisi sudah mengalami komplikasi, seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, hingga kerusakan saraf. Padahal, komplikasi ini bisa dicegah dengan pengendalian gula darah yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa faktor risiko diabetes tidak hanya berasal dari keturunan, tetapi juga gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta obesitas. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes.

Sementara itu, dr. Theresia Christin, Sp.S(K), menyoroti salah satu komplikasi serius diabetes yang sering terjadi, yaitu gangguan saraf atau neuropati diabetik. Menurutnya, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. “Gejala awal seperti kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada kaki sering diabaikan. Jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi luka yang sulit sembuh hingga risiko amputasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini untuk mencegah komplikasi neurologis yang lebih berat. Edukasi kepada pasien dan keluarga, lanjutnya, sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara optimal sejak awal.

Kedua narasumber sepakat bahwa pengelolaan diabetes memerlukan pendekatan menyeluruh, meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, kepatuhan minum obat, serta pemantauan gula darah secara berkala. Dukungan keluarga dan lingkungan juga berperan penting dalam membantu pasien menjalani gaya hidup sehat secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya mengenali risiko diabetes serta mengambil langkah preventif untuk mencegah komplikasi. Hidup sehat bersama diabetes bukanlah hal yang mustahil, selama ada komitmen dan kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.